TARAKAN – Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 kembali menjadi andalan Pemerintah Kota Tarakan dalam mempromosikan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Masuknya festival budaya terbesar di Tarakan itu ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI selama lima tahun berturut-turut dinilai menjadi bukti bahwa Iraw Tengkayu memiliki daya tarik yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, Agustina, mengatakan status sebagai bagian dari KEN menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Tarakan kepada masyarakat Indonesia. Melalui agenda tersebut, pemerintah juga ingin memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku seni, budaya, hingga UMKM lokal.
“Festival tahun ini memang lebih menonjolkan talenta lokal. Seniman, budayawan, dan pelaku seni daerah menjadi wajah utama Iraw Tengkayu,” ujarnya, Minggu (5/7).
Menurutnya, keterlibatan pelaku seni lokal menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Iraw Tengkayu XV. Berbagai pertunjukan budaya akan diisi oleh komunitas dan seniman asal Tarakan sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi selama festival berlangsung.
Tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara, Pemkot Tarakan juga melakukan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung, seperti kawasan Stadion Datu Adil dan objek wisata Pantai Amal agar lebih nyaman dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Kota Tarakan optimistis target sekitar 10 ribu pengunjung selama pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu XV dapat tercapai. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Agustina mengajak seluruh masyarakat ikut berperan menyukseskan pelaksanaan festival dengan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta tetap menghormati seluruh rangkaian prosesi adat yang menjadi bagian penting dari Iraw Tengkayu.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban selama pawai budaya maupun prosesi adat pelarungan Padaw Tuju Dulung di kawasan pesisir Pantai Amal. Dengan begitu, seluruh rangkaian Festival Iraw Tengkayu XV dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan kesan baik bagi para pengunjung,” pungkasnya.













