TARAKAN – Puluhan siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 Tarakan saat ini masih menjalani pembelajaran di sekolah transisi sambil menunggu proses administrasi pemindahan data peserta didik. Sebanyak 80 siswa yang terdiri dari jenjang SMP dan SMA tersebut telah terdaftar sebagai peserta didik SNT, namun proses pemindahan data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Edhy Pujianto, S.P., M.P., mengatakan secara status siswa tersebut telah diterima dan terdaftar di SNT 11. Namun, perpindahan data dari sekolah asal menuju satuan pendidikan baru masih menunggu arahan terkait mekanisme administrasinya.
“Sekarang kita sedang menunggu arahan dari BBMP untuk proses mutasi anak-anak yang tadinya sudah diterima di sekolah asal, pindah ke SNT. Di SNT sudah, sudah terdaftar di SNT,” kata Edhy.
Menurutnya, persoalan tersebut lebih berkaitan dengan sistem administrasi pendidikan, khususnya pencatatan pada Dapodik. Setelah proses pemindahan dilakukan, seluruh data siswa akan tercatat dalam sistem dan pengelolaannya dilakukan oleh administrator SNT.
“Secara sistemiknya, sistem Dapodiknya. Iya, tercatat semua. Nanti adminnya admin di SNT,” jelasnya.
Sambil menunggu proses tersebut, kegiatan belajar mengajar siswa SNT tetap berjalan. Untuk sementara, proses pembelajaran ditempatkan di sekolah transisi, yakni SMP Negeri 14 Tarakan.
Edhy menjelaskan, pola pembelajaran yang diterapkan tidak berbeda dalam hal durasi. Para siswa mengikuti kegiatan belajar sejak pagi hingga sore dengan sistem pembelajaran penuh waktu atau full day.
“Di sekolah transisi. Jadi mereka itu SNT transisinya di SMP 14,” ujarnya.
Meski menggunakan sekolah transisi, terdapat penekanan khusus dalam pembelajaran siswa SNT. Salah satunya melalui pendekatan STEAMS yang mengintegrasikan sejumlah bidang pembelajaran, mulai dari sains, teknologi, teknik, seni, matematika hingga olahraga.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda dalam pola pendidikan yang diterapkan kepada siswa SNT. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan dan potensi siswa melalui berbagai bidang.
“Pagi sampai sore, full day. Ada tambahan penekanan terkait dengan STEAMS,” kata Edhy.
Saat ini, SNT 11 Tarakan memiliki 80 peserta didik yang terbagi dalam jenjang SMP dan SMA. Untuk tingkat SMP terdapat dua rombongan belajar (rombel), sedangkan jenjang SMA juga terdiri dari dua rombel.
Masing-masing rombel berisi 20 siswa. Dengan demikian, terdapat 40 siswa pada jenjang SMP dan 40 siswa pada jenjang SMA. Para siswa tersebut masing-masing menempati kelas VII untuk jenjang SMP dan kelas X untuk jenjang SMA.
Edhy menjelaskan konsep SNT memang dirancang sebagai satuan pendidikan yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA. Karena itu, meskipun berada pada jenjang berbeda, para siswa berada dalam satu sistem pendidikan dengan pengelolaan yang terintegrasi.
“Namanya terintegrasi itu gabungan antara integrasi antara SMP dan SMA-nya. Satu kepala sekolah,” pungkasnya.












