TARAKAN – Menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja menjadi salah satu fokus Politeknik Kaltara dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi. Melalui yudisium yang diikuti 106 mahasiswa, kampus ini kembali mengantarkan mahasiswa dari tiga program studi menuju tahap berikutnya, yakni prosesi wisuda yang dijadwalkan Rabu (14/10/2026).
Dari total mahasiswa yang mengikuti yudisium, sebanyak 65 orang berasal dari Program Studi D-III Keperawatan, 39 orang dari Farmasi, dan dua orang dari Promosi Kesehatan (Promkes). Para lulusan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan sesuai bidang masing-masing.
Direktur Politeknik Kaltara, Dr. Muhammad Aris, M.Kes., menjelaskan bahwa yudisium menjadi penanda mahasiswa telah menuntaskan tahapan akademik dan berhak memperoleh gelar sesuai program studi yang ditempuh.
“Alhamdulillah, hari ini yudisium mahasiswa Politeknik Kaltara dengan catatannya bahwa ini adalah penanda bahwa mereka sudah berhak mendapatkan gelar sesuai dengan prodi masing-masing,” ujarnya.

Aris menekankan, keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari jumlah mahasiswa yang menyelesaikan studi. Lebih dari itu, lulusan harus mampu membuktikan kompetensinya ketika terjun ke masyarakat dan memasuki lingkungan kerja.
Menurutnya, kemampuan menerapkan ilmu, keterampilan, kedisiplinan, dan etika menjadi bekal penting bagi alumni. Hal tersebut sekaligus mencerminkan kualitas institusi pendidikan yang telah membentuk mereka selama masa perkuliahan.
“Untuk melihat bagaimana Politeknik Kaltara, lihatlah alumninya. Masyarakat itu tidak lagi bertanya tentang dari mana, tetapi yang akan dilihat adalah alumni Politeknik Kaltara itu bisa apa dan bisa melakukan apa,” jelasnya.
Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pendidikan vokasi, Politeknik Kaltara membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian. Pendidikan program diploma tiga (D-III) ditempuh selama tiga tahun, sedangkan program diploma empat (D-IV) atau sarjana terapan berlangsung selama empat tahun.
Aris berharap, proses pendidikan tersebut dapat menghasilkan lulusan yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan instansi maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan bekal kompetensi yang sesuai, alumni diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional ketika memperoleh kesempatan bekerja.

“Dengan bekal ini, kami optimistis para lulusan mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan instansi maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan tenaga sesuai kompetensi. Artinya, karena ini adalah pendidikan vokasi, maka mereka pada saatnya siap kerja. Bukan siap latih, tetapi siap kerja,” tegasnya.
Ketua Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara, Ns. Nur Sriyanti, S.Kep., M.Kep., turut menyampaikan optimisme terhadap peluang kerja para lulusan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan masih membuka kesempatan bagi alumni untuk mengembangkan karier sesuai kompetensi yang dimiliki.
Pihak kampus juga menerima informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari sejumlah pemangku kepentingan. Bahkan, sebagian lulusan Farmasi disebut telah mendapatkan pekerjaan setelah dinyatakan lulus uji kompetensi, meskipun belum menerima ijazah.
Persiapan yudisium telah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya. Panitia menunggu pengumuman hasil uji kompetensi dari masing-masing program studi serta menyelesaikan proses asesmen untuk penerbitan surat keputusan yudisium.
Setelah yudisium, para peserta dijadwalkan mengikuti gladi wisuda di Hotel Tarakan Plaza pada Selasa (13/10/2026), sebelum menjalani prosesi wisuda sehari setelahnya.
Sriyanti berharap para lulusan tidak melupakan almamater setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, hubungan antara alumni dan kampus perlu terus dijaga agar lulusan tetap memiliki kepedulian terhadap pengembangan institusi.
“Secara resmi mereka sudah selesai, tetapi ikatan hati tetap terjaga agar mereka punya kepedulian dan tanggung jawab untuk ikut ambil bagian dalam pengembangan Politeknik Kaltara ke depan,” tuturnya.
Melalui yudisium ini, Politeknik Kaltara berharap para lulusan mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, serta berkontribusi bagi masyarakat.












