TARAKAN – Peluang usaha dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Malinau diharapkan tidak hanya dinikmati pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Pelaku UMKM dari kabupaten dan kota lain di Kaltara juga diminta mendapat kesempatan untuk memanfaatkan perputaran ekonomi selama ajang olahraga tersebut berlangsung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Bustan, menilai Porprov bukan sekadar ajang untuk mengejar prestasi olahraga. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat melalui meningkatnya kunjungan atlet, ofisial, dan penonton.
“Ini bukan hanya hajatan Kabupaten Malinau, tapi hajatan Kaltara. Pelaku UMKM dari Bulungan, Tana Tidung, sampai Kota Tarakan juga bisa mendapat tempat,” kata Bustan dalam dialog Sapa Kaltara di Pro 1 RRI Tarakan, belum lama ini.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Malinau dapat menyediakan titik atau lokasi khusus bagi pelaku UMKM dari daerah lain. Dengan begitu, kesempatan berjualan selama Porprov tidak hanya terbuka bagi pelaku usaha yang berdomisili di daerah tuan rumah.
Menurut Bustan, keterlibatan UMKM lintas daerah perlu diakomodasi melalui penataan lokasi yang baik. Pengaturan tersebut penting agar seluruh pelaku usaha memperoleh kesempatan berusaha tanpa memicu gesekan di lapangan.
Apalagi, Porprov II Kaltara diperkirakan dihadiri sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Selain atlet dan ofisial, kegiatan tersebut juga berpotensi menarik masyarakat dari luar Kaltara.
Jumlah pengunjung itu dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga produk unggulan daerah.
Bustan menegaskan, penyelenggaraan Porprov semestinya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi wadah pembinaan dan kompetisi olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah.
“Prestasi maju, ekonomi rakyat juga maju,” ujarnya.













