Rabu, November 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

Redaksi by Redaksi
4 November 2026
in Kaltara
Share on FacebookShare on Twitter

TANA TIDUNG – Ancaman penyakit, cuaca ekstrem hingga predator buaya masih menjadi tantangan yang dihadapi petambak di kawasan pesisir Kabupaten Tana Tidung. Kondisi tersebut membuat usaha budidaya perikanan memiliki risiko cukup tinggi, meskipun potensi hasil panennya menjanjikan. Di tengah persoalan itu, keberadaan hutan mangrove mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan tambak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Kelompok Nelayan Mekar Abadi di Pulau Mangkasak, Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia. Melalui pendampingan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), kelompok ini menerapkan sistem silvofishery, yakni pola budidaya perikanan yang memadukan kegiatan tambak dengan pelestarian mangrove.

Bendahara Kelompok Nelayan Mekar Abadi, Ediyanto, mengatakan kegiatan budidaya udang dan ikan bandeng yang mereka jalankan tidak terlepas dari berbagai risiko. Dalam setahun, petambak rata-rata dapat melakukan panen hingga empat kali. Namun, hasilnya tidak selalu sesuai harapan karena tingkat keberhasilan budidaya dipengaruhi kondisi lingkungan dan serangan penyakit.

Salah satu persoalan yang cukup berat adalah tingkat kelangsungan hidup udang yang hanya berkisar 40 persen. Bahkan, serangan penyakit beberapa kali menyebabkan petambak mengalami kegagalan panen.

“Biaya investasi awal budidaya untuk lahan sekitar 26 hektare bisa menelan Rp15 juta hingga Rp20 juta. Biaya operasional tinggi dan hasil panen kadang masih spekulatif, bahkan kerap mengalami gagal panen dua sampai tiga kali akibat serangan penyakit,” ungkapnya.

Dalam sekali penebaran, kelompok tersebut dapat memasukkan sekitar 300 ribu hingga 500 ribu ekor bibit. Jika budidaya berjalan baik, hasil panen yang diperoleh kelompok mencapai sekitar 300 kilogram. Hasil tersebut kemudian dijual kepada pengepul lokal dengan harga berkisar Rp105 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

Selain penyakit, keberadaan predator seperti buaya dan perubahan cuaca ekstrem turut meningkatkan risiko usaha. Situasi ini membuat petambak harus mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit, sementara hasil produksi belum sepenuhnya dapat dipastikan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kelompok mulai melihat keberadaan mangrove bukan sekadar tanaman yang harus dipertahankan untuk kepentingan lingkungan. Vegetasi pesisir itu juga memiliki fungsi langsung dalam mendukung aktivitas tambak, terutama sebagai pelindung alami kawasan dari kondisi lingkungan yang dapat mengganggu usaha budidaya.

Kelompok Nelayan Mekar Abadi yang diketuai Rustana Syarif mengelola dan merehabilitasi kawasan mangrove seluas 133 hektare. Sejak 2024, mereka telah menanam sebanyak 106.400 bibit Rhizophora sp. dengan pola silvofishery tipe empang parit terbuka.

Hasil pemantauan dan evaluasi tim M4CR menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove di kawasan tersebut mencapai 86 persen. Pertumbuhan mangrove yang semakin baik juga memberikan manfaat bagi kondisi tambak. Tanaman yang sebelumnya rentan tertutup lumpur dan diterpa angin kencang kini mulai berfungsi sebagai pelindung alami di sekitar dinding tambak.

Pengembangan pola tersebut tidak dilakukan hanya dengan memberikan bibit tanaman. Masyarakat juga mendapatkan pendampingan melalui Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove dan Sekolah Lapang Livelihood.

Melalui sekolah lapang rehabilitasi, warga memperoleh pembekalan mengenai pembibitan, teknik penanaman, pemeliharaan, pemantauan pertumbuhan hingga pemulihan sistem hidrologi kawasan. Sementara Sekolah Lapang Livelihood diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan mata pencaharian alternatif yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pendampingan tersebut juga mencakup pengolahan hasil pesisir dan penguatan manajemen kelompok usaha. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya dibekali kemampuan memulihkan kawasan mangrove, tetapi juga didorong mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menopang penghasilan mereka.

Secara keseluruhan, di Kaltara M4CR telah menyelenggarakan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove bagi 114 kelompok masyarakat. Adapun pembekalan Sekolah Lapang Livelihood telah diberikan kepada kelompok masyarakat dari tiga desa prioritas.

Manfaat program juga dirasakan kelompok masyarakat lainnya di Desa Tanah Merah. Ketua Kelompok Masyarakat Tunas Abadi Jaya, Anas Tahir, menyampaikan komitmen kelompoknya untuk menyisihkan sebagian keuntungan usaha budidaya guna mendukung kegiatan pelestarian mangrove dan aksi sosial secara berkala.

Kelompok Tunas Abadi Jaya sendiri telah menanam sebanyak 104 ribu bibit mangrove di kawasan seluas 133 hektare dengan menerapkan sistem silvofishery.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keberlanjutan usaha tambak juga berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Sebab, ketika kawasan mangrove terjaga, masyarakat turut memperoleh manfaat dari ekosistem yang lebih terlindungi.

Melalui M4CR, pemerintah berupaya mempertemukan kepentingan rehabilitasi lingkungan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan luasan mangrove yang dipulihkan, tetapi juga memperkuat kemampuan warga agar dapat mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Bagi petambak di Pulau Mangkasak, tantangan budidaya memang belum sepenuhnya teratasi. Namun, penerapan silvofishery membuka pendekatan baru bahwa kegiatan perikanan dan pelestarian mangrove tidak harus berjalan berlawanan. Justru, keberadaan mangrove dapat menjadi salah satu penopang bagi keberlangsungan usaha masyarakat pesisir.

Previous Post

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026

Recent News

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com