TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana terus dimatangkan di Kalimantan Utara. Melalui rapat koordinasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Minggu ,(19/4), sejumlah daerah mulai mengajukan status siaga sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi bersama para pemangku kepentingan, terdapat tiga daerah yang telah mengusulkan status siaga bencana, yakni Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan.
Di sisi lain, laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) menunjukkan dua wilayah telah mengalami banjir, yakni Kabupaten Bulungan dan Nunukan. Di Bulungan, genangan terjadi di Kecamatan Sekatak, meliputi Desa Pentian, Pungut, dan Sekatak Bengara. Sementara di Nunukan, banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Sembakung.
“Untuk di Sembakung, banjir memang hampir terjadi setiap tahun,” ujar Andi.
Rakor tersebut juga menjadi ruang berbagi informasi dari daerah lain seperti Malinau, Tana Tidung, dan Tarakan terkait kondisi di wilayah masing-masing. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memaparkan prakiraan cuaca untuk dua hingga tiga pekan ke depan yang menunjukkan potensi curah hujan pada kategori sedang hingga tinggi.
Mengacu pada laporan lapangan dan prakiraan tersebut, BPBD Kaltara menilai perlunya langkah antisipasi lebih dini melalui penetapan status siaga bencana hidrometeorologi basah. Hasil rapat ini akan segera disampaikan kepada Gubernur Kaltara untuk mendapat arahan lebih lanjut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca serta kondisi di lingkungan masing-masing,” tutupnya.













