TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai mendorong pengawasan karakter siswa berbasis digital melalui peluncuran aplikasi Sistem Informasi Gerakan Anak Berkarakter, Handal, Inovatif, Berbudaya, Unggul dan Tangguh (Siganak Hibot) yang resmi diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan langsung Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes di Hall SMP Negeri 2 Tarakan pada 2 Mei 2026, disaksikan jajaran Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik.
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan aplikasi itu dikembangkan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Menurutnya, selama ini pemantauan terhadap pembentukan karakter siswa sebenarnya sudah berjalan di lingkungan sekolah, namun masih dilakukan secara manual sehingga dinilai belum maksimal.
“Aplikasi ini akan dipakai di sekolah-sekolah untuk menerapkan budaya sekolah aman dan nyaman, termasuk 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Tamrin Toha.
Melalui aplikasi tersebut, guru dapat memantau aktivitas dan perkembangan karakter siswa secara digital. Orang tua maupun siswa nantinya dapat menginput berbagai kegiatan positif yang dilakukan setiap hari, mulai dari aktivitas ibadah, kebiasaan belajar, hingga keterlibatan sosial di lingkungan masyarakat.
Tak hanya itu, perilaku siswa selama berada di sekolah juga dapat dipantau melalui sistem tersebut, termasuk kedisiplinan, keaktifan belajar hingga kebiasaan bertanya di kelas.
Disdik juga memasukkan fitur pengaduan kasus perundungan atau bullying dalam aplikasi itu. Fitur tersebut disiapkan untuk memberikan ruang aman bagi siswa yang mengalami intimidasi namun takut melapor secara langsung kepada guru maupun pihak sekolah.
Tamrin memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan sehingga siswa tidak perlu khawatir ketika menyampaikan laporan melalui aplikasi.
“Kalau ada siswa mengalami bullying tetapi tidak berani melapor langsung, bisa menggunakan aplikasi ini dan identitasnya dijamin aman,” katanya.
Lebih jauh, aplikasi itu nantinya juga akan menjadi salah satu bahan pertimbangan guru dalam memberikan penilaian terhadap siswa. Sebab menurut Disdik, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan positif anak.
Tamrin menegaskan Siganak Hibot merupakan aplikasi yang dikembangkan langsung oleh Dinas Pendidikan Tarakan sebagai inovasi daerah dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis digital.
Ia berharap keberadaan aplikasi tersebut dapat memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman dan sehat, sekaligus membentuk generasi pelajar Tarakan yang lebih disiplin, berkarakter dan tangguh.












