TARAKAN – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Pelajar Kalimantan Utara resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Tarakan sejak Jumat (29/5/2026). Sebanyak 108 atlet pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara ambil bagian dalam ajang tersebut.
Jumlah peserta itu bahkan melampaui target awal panitia yang hanya mematok 100 peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan pertandingan.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltara, Suroso mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Bahkan, pihaknya terpaksa membatasi jumlah peserta agar pelaksanaan pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Jumlah peserta sesuai dengan daftar yang teregistrasi itu kurang lebih sekitar 108 peserta. Kita targetkan memang 100 saja, tapi yang daftar 108. Kalau mungkin kita buka lagi itu mungkin masih tidak terbendung, karena keterbatasan waktu dan kami tidak bisa memperpanjang waktunya, sehingga kami harus batasi jumlah peserta,” ujarnya usai pembukaan kegiatan.
Dalam kejuaraan tersebut, panitia mempertandingkan dua kategori yakni kategori jurus dan kategori tanding putra maupun putri. Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurprov juga dijadikan sarana pemantauan atlet muda potensial yang diproyeksikan tampil pada ajang tingkat nasional di masa mendatang.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini, pertama kita juga menggali potensi pelajar. Nah yang kita daulat nanti untuk kita pantau di 2027 atau 2028 itu kita sudah ada gambaran update potensi yang ada di Kalimantan Utara,” tutur Suroso.
IPSI Kaltara saat ini juga tengah mempersiapkan regenerasi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Dalam waktu dekat, Kaltara turut mengirim tiga atlet remaja yakni Herlina, Aldiansyah, dan Aldo untuk mengikuti Kejuaraan Nasional setelah menjalani pemusatan latihan mandiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachri mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov Pencak Silat Pelajar yang dinilai menjadi wadah positif dalam membina generasi muda di bidang olahraga.
Menurutnya, turnamen seperti ini penting untuk membangun mental bertanding, sportivitas, serta meningkatkan kualitas atlet pelajar di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Kejurprov ini karena menjadi ruang pembinaan bagi atlet-atlet muda Kaltara. Pemerintah tentu mendukung kegiatan olahraga pelajar seperti ini agar potensi anak-anak daerah bisa terus berkembang dan nantinya mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Saiful menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki tempat besar di kalangan generasi muda Kaltara. Ia berharap pembinaan atlet terus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi olahraga daerah semakin meningkat.
Dengan tingginya partisipasi peserta tahun ini, Kejurprov Pencak Silat Pelajar Kaltara diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama Kalimantan Utara di berbagai ajang nasional.













