JAKARTA – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, di Kota Makassar mendapat perhatian serius dari Ketua PURT DPD RI, Hasan Basri. Ia meminta aparat bergerak cepat menangkap pelaku sekaligus mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) turun memberikan perlindungan kepada korban.
Mahasiswi berinisial MA (21) itu diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan setelah berkenalan dengan seorang pria melalui media sosial Facebook. Korban disebut dibawa ke sebuah rumah di kawasan Kecamatan Tamalate, Makassar, lalu disekap selama beberapa hari.
Kasus tersebut terungkap setelah korban berhasil meloloskan diri dari lokasi penyekapan dalam kondisi tangan masih terikat. Warga yang menemukan korban langsung memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Hasan Basri mengecam keras tindakan yang dialami warga asal Nunukan tersebut. Menurutnya, kasus kekerasan terhadap perempuan harus menjadi perhatian serius dan ditangani secara cepat oleh aparat penegak hukum.
“Kita mengutuk keras kejadian ini, dan kami minta aparat segera menangkap pelaku,” kata Hasan Basri dalam keterangannya.
Ia juga meminta KPPA memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan kepada korban agar dapat pulih dari trauma akibat kejadian tersebut.
Selain itu, Hasan Basri memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum agar korban mendapatkan keadilan dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian di Makassar masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui melarikan diri usai kejadian. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis dan visum untuk kepentingan penyidikan.












