Selasa, Juni 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home BPBD Kaltara

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

Redaksi Headlineku by Redaksi Headlineku
9 Juni 2026
in BPBD Kaltara, Kaltara
Share on FacebookShare on Twitter

TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring mulai masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah. Pemantauan titik panas dilakukan secara intensif melalui teknologi satelit, disertai penguatan koordinasi hingga tingkat desa guna mencegah kebakaran meluas.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto, mengatakan karakteristik karhutla di Kalimantan Utara berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang kerap menghadapi kebakaran berskala besar. Namun demikian, pemantauan tetap dilakukan secara ketat terhadap setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi.

 

“Persoalan karhutla di Kaltara berbeda dengan daerah lain. Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan laporan yang masuk dari kabupaten maupun kota,” ujarnya.

 

Menurut Rony, BPBD memanfaatkan aplikasi pemantauan berbasis satelit untuk mendeteksi kemunculan titik panas yang berpotensi menjadi kebakaran. Hasil analisis sementara menunjukkan sebagian besar titik panas yang muncul berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan masyarakat untuk pertanian maupun perkebunan dengan luasan yang relatif kecil.

 

“Secara analisa, banyak aktivitas pembukaan lahan untuk kebun atau pertanian, biasanya tidak lebih dari dua hektare. Namun tetap kami lakukan pengecekan lebih lanjut,” katanya.

 

Ia menjelaskan, data satelit tidak selalu menggambarkan kejadian kebakaran secara langsung karena terdapat jeda waktu sekitar enam hingga 12 jam sebelum informasi tersebut muncul dalam sistem pemantauan. Karena itu, verifikasi lapangan tetap menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.

 

Selain aktivitas pembukaan lahan, anomali panas juga dapat dipengaruhi faktor geografis tertentu. Beberapa wilayah yang memiliki kandungan batu bara misalnya, dapat memunculkan indikasi panas yang terbaca satelit meski bukan berasal dari kebakaran hutan maupun lahan.

 

“Ada juga wilayah tertentu yang memiliki kandungan batu bara sehingga dapat menimbulkan anomali panas. Karena itu setiap titik panas harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum disimpulkan sebagai kejadian karhutla,” jelasnya.

 

BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembukaan lahan menjelang musim tanam. Aktivitas tersebut diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku, namun harus dilakukan dengan pengawasan dan langkah pengamanan yang memadai agar api tidak merembet ke area lain.

 

Sebagai langkah pencegahan, BPBD menggencarkan sosialisasi melalui radio, media massa, dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kehutanan, hingga Dinas Pertanian dilibatkan dalam pengawasan aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat.

 

“Kami minta masyarakat berkoordinasi dengan kepala desa apabila melakukan pembukaan lahan. Harus ada pengawasan dan sekat pengamanan agar api tidak meluas,” tegasnya.

 

Di sisi lain, kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung penanggulangan bencana juga terus diperkuat. Sejak April 2026, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltara telah beroperasi penuh untuk memantau berbagai potensi bencana yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.

 

BPBD juga melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan dan armada operasional guna memastikan seluruh sarana siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan keadaan darurat. Beberapa armada yang mendapat perawatan di antaranya satu unit Speed Sea Reader dan satu unit Mobil Ford Rescue.

 

“Kami bersama Dinas Kehutanan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jika membuka lahan, harus dijaga dengan baik dan jangan sampai api menyebar,” pungkasnya.

Previous Post

Sekprov Kawal Penataan PPPK dan Belanja Pegawai dalam Raker Komisi II DPR RI

Next Post

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

Redaksi Headlineku

Redaksi Headlineku

Next Post

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

9 Juni 2026

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

9 Juni 2026

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

9 Juni 2026

Sekprov Kawal Penataan PPPK dan Belanja Pegawai dalam Raker Komisi II DPR RI

9 Juni 2026

Recent News

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

9 Juni 2026

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

9 Juni 2026

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

9 Juni 2026

Sekprov Kawal Penataan PPPK dan Belanja Pegawai dalam Raker Komisi II DPR RI

9 Juni 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com