Selasa, Juni 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

Redaksi Headlineku by Redaksi Headlineku
9 Juni 2026
in Kaltara, Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Suasana tenang di kawasan Pantai Amal mendadak berubah menjadi kepanikan, Senin (8/6). Ratusan warga berhamburan keluar rumah dan memenuhi jalan-jalan lingkungan setelah beredar informasi mengenai potensi tsunami yang belum diketahui kebenaran maupun sumbernya.

 

Kepanikan berlangsung dalam waktu singkat. Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berupaya mencari lokasi yang dianggap lebih aman. Sebagian memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi, sementara lainnya berkumpul di pinggir jalan untuk mencari informasi mengenai situasi yang sebenarnya.

 

Lurah Pantai Amal, Deden Haliin, mengatakan dirinya sedang berada di kantor kelurahan saat kepanikan mulai terjadi. Saat itu, kelurahan tengah melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

 

“Waktu itu saya sedang memantau kegiatan pembagian bantuan di kantor kelurahan. Tiba-tiba ada warga yang berlari sambil berteriak tsunami. Informasi itu kemudian menyebar cepat kepada warga yang sedang berkumpul dan diteruskan ke keluarga mereka di rumah. Akhirnya terjadi kepanikan dan banyak warga keluar rumah,” ujarnya.

 

Menurut Deden, cepatnya penyebaran informasi membuat banyak warga bereaksi tanpa sempat melakukan verifikasi. Kondisi tersebut diperparah dengan situasi psikologis masyarakat yang sebelumnya telah menerima informasi mengenai potensi tsunami akibat gempa yang terjadi di wilayah lain.

 

Akibatnya, warga yang melihat orang lain berlarian ikut meninggalkan rumah meski belum mengetahui secara pasti sumber informasi yang beredar.

 

“Karena melihat ada yang lari, akhirnya yang lain ikut lari juga. Itu yang membuat suasana menjadi ramai di jalan-jalan, terutama di kawasan Baisel dan beberapa titik di Pantai Amal,” katanya.

 

Mengetahui situasi tersebut, pihak kelurahan bersama unsur TNI dan kepolisian langsung bergerak ke lapangan. Aparat melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menenangkan situasi sekaligus memberikan penjelasan terkait informasi resmi yang telah dikeluarkan pemerintah.

 

“Saya langsung mengimbau warga untuk kembali ke rumah masing-masing dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya,” tegas Deden.

 

Di tengah kepanikan yang terjadi, beredar pula informasi mengenai perubahan kondisi air laut di kawasan pesisir. Sejumlah warga mengaku melihat air laut sempat surut sebelum kembali naik.

 

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, kondisi tersebut dinilai masih berada dalam batas normal dan tidak menunjukkan indikasi gelombang tsunami.

 

“Saya sempat mengecek langsung. Memang ada informasi dari warga bahwa air sempat surut, kemudian kembali naik. Sekarang kondisinya sudah mulai normal dan berangsur surut sesuai kondisi pasang surut yang biasa terjadi,” jelasnya.

 

Untuk menghindari kepanikan yang lebih luas, pemerintah kelurahan kemudian berkoordinasi dengan aparat keamanan, pengurus RT, tokoh masyarakat, hingga pengelola rumah ibadah guna menyampaikan informasi yang benar kepada warga. Penyampaian dilakukan melalui pengeras suara masjid maupun grup komunikasi masyarakat yang selama ini digunakan untuk penyebaran informasi lingkungan.

 

Deden menegaskan bahwa masyarakat harus mengutamakan informasi yang berasal dari pemerintah maupun BMKG sebagai lembaga resmi yang berwenang memberikan peringatan dini terkait potensi bencana.

 

“Kami terus memberikan pemahaman kepada warga agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum tentu benar. Semua informasi harus mengacu pada rilis resmi pemerintah dan BMKG,” pungkasnya.

 

Setelah penjelasan diberikan secara langsung oleh aparat dan pemerintah setempat, situasi di Pantai Amal berangsur normal. Warga yang sebelumnya berkumpul di sejumlah titik mulai kembali ke rumah masing-masing dan aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan seperti biasa.

Previous Post

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

Next Post

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

Redaksi Headlineku

Redaksi Headlineku

Next Post

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

9 Juni 2026

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

9 Juni 2026

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

9 Juni 2026

Sekprov Kawal Penataan PPPK dan Belanja Pegawai dalam Raker Komisi II DPR RI

9 Juni 2026

Recent News

BPBD Kaltara Sebut Respons Warga Saat Peringatan Tsunami Jadi Modal Penting Mitigasi Bencana

9 Juni 2026

Teriakan Tsunami Picu Kepanikan Massal di Pantai Amal, Warga Berlarian Tinggalkan Rumah

9 Juni 2026

Musim Kemarau Datang, BPBD Kaltara Perketat Pengawasan Karhutla

9 Juni 2026

Sekprov Kawal Penataan PPPK dan Belanja Pegawai dalam Raker Komisi II DPR RI

9 Juni 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com