TANJUNG SELOR – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini terus diperkuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Sosialisasi Pembelajaran Aman Bencana (PAMAN BEN). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Gedung Pertemuan Mess Melati Pertamina EP Tarakan Field itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh, mengatakan pembentukan budaya sadar bencana perlu dimulai dari lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman, kesiapsiagaan, dan kemampuan mitigasi bencana sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager PT Pertamina EP Tarakan Field, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara, Kepala Markas PMI Kota Tarakan, Lurah Pamusian, perwakilan Kecamatan Tarakan Timur, Kepala SMAS Frater Don Bosco Tarakan, Kepala SMAIT Ulul Albab Boarding School Tarakan, serta diikuti siswa, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai gambaran umum kebencanaan dan tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang disampaikan BPBD Kaltara. Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersama PMI Kota Tarakan, serta praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan fire blanket yang dipandu Tim Fire Brigade Pertamina EP Tarakan Field.
Ferry berharap melalui kegiatan tersebut seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, sehingga mampu meminimalkan risiko ketika bencana terjadi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan terus tumbuh di lingkungan satuan pendidikan sehingga dapat tercipta sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” terangnya.













