TANJUNG SELOR – Deru mesin motor memecah suasana Sirkuit Bumi Rahayu, Bulungan, Minggu (5/7), saat para pembalap dari berbagai daerah bersaing dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Putaran 2 Region C Kalimantan Gubernur Kaltara Cup 2026. Di balik semangat persaingan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong lahirnya pembalap muda berprestasi melalui pembinaan yang terarah dan kompetisi resmi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara, Bustan, mengatakan ajang Kejurnas Motoprix menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi atlet balap motor di Kaltara. Menurutnya, kejuaraan seperti ini harus dimanfaatkan generasi muda untuk menyalurkan hobi sekaligus mengejar prestasi.
“Melalui ajang ini kita berharap lahir pembalap-pembalap muda yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Bustan, Minggu (5/7).
Ia menegaskan sirkuit merupakan tempat yang tepat bagi para pembalap mengasah kemampuan dan memacu adrenalin. Karena itu, ia mengingatkan para pecinta balap motor agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan.
“Silakan tunjukkan kemampuan di sirkuit. Jangan balapan di jalan raya karena sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pemerintah terus mendukung pembinaan melalui event resmi seperti Kejurnas Motoprix ini,” katanya.
Menurut Bustan, Kejurnas Motoprix diharapkan dapat terus digelar secara rutin setiap tahun sehingga proses pembinaan atlet otomotif di Kaltara berjalan berkesinambungan dan mampu melahirkan pembalap yang berprestasi di level nasional hingga internasional.
Ia menilai kejuaraan balap bukan sekadar adu kecepatan menuju garis finis. Lebih dari itu, setiap pembalap dituntut memiliki kedisiplinan, keberanian, serta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
Selain berdampak pada pembinaan olahraga, Bustan menyebut kejuaraan nasional tersebut juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran pembalap, tim, ofisial, dan penonton ikut menggerakkan pelaku UMKM serta meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Bulungan.
Sebelum perlombaan dimulai, Bustan juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama kejuaraan berlangsung. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi, tetapi kejujuran, disiplin, dan sportivitas adalah jati diri seorang juara sejati,” pungkasnya.













