NUNUKAN – Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Utara 2026 tidak hanya menjadi arena persaingan antarsesama insan pers dalam berbagai cabang olahraga. Ajang yang digelar di Kabupaten Nunukan pada 2–4 Juli itu juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme wartawan, sekaligus memetakan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Provinsi Kalimantan Utara, Bustan, mengatakan esensi utama Porwada bukan sekadar menentukan juara, melainkan memperkuat hubungan antarsesama wartawan dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang membangun solidaritas sekaligus meningkatkan integritas profesi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
“Sekian lama, sekian tahun, Porwada yang dilaksanakan tahun ini sebagai ajang kita enjoy. Bukan mencari siapa yang juara atau siapa yang berprestasi, tetapi paling tidak menjadi ajang bersilaturahmi, mempererat tali persaudaraan, meningkatkan integritas, dan meningkatkan kualitas terkait fungsi jurnalistik,” ujarnya.
Bustan menilai wartawan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kegiatan seperti Porwada tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga, tetapi juga lomba karya tulis jurnalistik sebagai upaya meningkatkan kompetensi insan pers.
Menurutnya, kemampuan wartawan harus terus diasah agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
“Wartawan dituntut menyampaikan berita yang update, akurat, dan tidak mengandung hoaks. Semua harus berbasis data sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas profesional, Porwada juga diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di kalangan wartawan. Bustan mengajak insan pers menjadikan olahraga sebagai kebiasaan yang dilakukan secara rutin, bukan hanya saat mengikuti perlombaan.
“Mari kita sama-sama mencintai olahraga. Budaya olahraga kita tanamkan. Jangan hanya berhenti ketika Porwada saja, tetapi setelah kembali ke daerah masing-masing tetap dijadwalkan secara rutin,” ucapnya.
Ia menjelaskan hasil pertandingan dalam Porwada akan menjadi bahan evaluasi bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara untuk memetakan atlet yang memiliki peluang memperkuat kontingen Kaltara pada Porwanas 2027.
“Ini juga bagian untuk melihat para atlet wartawan yang nantinya akan mewakili Kalimantan Utara pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional tahun 2027. Nanti akan dipetakan cabang olahraga mana yang memiliki potensi meraih medali,” jelas Bustan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, lanjutnya, siap membangun sinergi dengan PWI dalam mempersiapkan kontingen menuju Porwanas. Dukungan yang diperlukan nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Utara agar persiapan dapat dilakukan lebih maksimal.
“Insyaallah akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur terkait dukungan yang dibutuhkan untuk menghadapi Porwanas,” pungkasnya.












