TARAKAN – Sembilan pelajar Kota Tarakan yang memperkuat kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional 2026 telah menuntaskan perjuangan mereka. Ajang yang berlangsung 17–23 Agustus tersebut menjadi panggung bagi pelajar Tarakan untuk menguji kemampuan di tingkat nasional sekaligus membawa nama daerah dalam persaingan antarpelajar dari berbagai provinsi.
Dari sembilan wakil Tarakan yang tampil, tiga medali berhasil disumbangkan melalui cabang olahraga renang jenjang sekolah dasar (SD). Dua medali perak diraih Jezebel Jeronimah Leo, sementara satu medali perunggu dipersembahkan Naufal Abiyyu Ananda Risgi. Keduanya merupakan pelajar SDN 013 Tarakan.
Jezebel menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dari Tarakan. Ia berhasil meraih dua perak setelah tampil pada nomor 50 meter gaya dada putri dan 50 meter gaya punggung putri.
Sementara Naufal mengamankan medali perunggu setelah finis di posisi ketiga nomor 50 meter gaya punggung putra. Hasil tersebut sekaligus melengkapi raihan medali Tarakan dari arena O2SN nasional tahun ini.
Selain renang SD, pelajar Tarakan juga turun pada sejumlah nomor dan cabang olahraga lainnya. Mereka memperkuat Kaltara pada renang SMP putra dan putri, pencak silat SMP putra dan putri, panjat tebing putra dan putri, serta atletik SMP putra.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Thamrin Toha menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh pelajar yang telah tampil di ajang nasional tersebut. Menurutnya, capaian yang diraih menjadi bukti bahwa pelajar Tarakan memiliki potensi untuk bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Selamat dan terima kasih untuk anak-anak kita yang sudah berjuang membawa nama Kaltara di tingkat nasional,” ujar Thamrin Toha.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap capaian dua pelajar SDN 013 Tarakan. Raihan dua medali perak dan satu perunggu tersebut dinilai menjadi hasil yang membanggakan sekaligus dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi.
“Apresiasi luar biasa untuk ananda Jezebel dan Naufal dari SDN 013 Tarakan yang sukses menyumbang medali perak dan perunggu,” katanya.
Menurut Thamrin, keikutsertaan dalam O2SN bukan hanya mengenai hasil akhir pertandingan. Pengalaman bertanding di tingkat nasional juga menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengasah mental, disiplin dan kemampuan menghadapi lawan dari berbagai daerah.
Karena itu, prestasi yang telah diraih diharapkan menjadi modal untuk pembinaan selanjutnya. Sekolah, pelatih dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus memberikan ruang serta dukungan kepada pelajar yang memiliki potensi di bidang olahraga.
Thamrin berharap capaian kontingen Tarakan pada O2SN tahun ini dapat menjadi pemacu untuk meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan berikutnya. Targetnya, semakin banyak atlet pelajar Tarakan yang mampu menembus persaingan nasional dan menyumbangkan medali bagi Kaltara.
“Semoga di tahun-tahun berikutnya, atlet Tarakan bisa membawa pulang lebih banyak lagi medali untuk Kaltara,” pungkasnya.












