TANJUNG SELOR – Upaya mewujudkan transisi energi bersih di Kalimantan Utara tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, tetapi juga ditentukan oleh keberhasilan menjaga kelestarian kawasan hutan. Ekosistem hutan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sumber daya air yang menjadi penopang utama pembangkit listrik tenaga air maupun mikrohidro.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si mengatakan, keberadaan hutan yang tetap lestari merupakan fondasi bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di provinsi tersebut. Karena itu, seluruh pelaku usaha di sektor energi dan pertambangan diingatkan agar mematuhi seluruh ketentuan lingkungan dalam menjalankan operasionalnya.
“Hutan bukan hanya aset lingkungan, tetapi juga menjadi penyangga utama keberlanjutan energi hijau di Kalimantan Utara. Jika hutannya terjaga, maka sumber daya air juga akan tetap tersedia untuk mendukung pembangkit listrik ramah lingkungan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, keberadaan vegetasi hutan berperan penting dalam menjaga siklus hidrologi dan cadangan air tanah. Apabila kawasan hutan mengalami kerusakan, maka debit air akan menurun sehingga berdampak langsung terhadap operasional pembangkit listrik berbasis air.
Ia menjelaskan Kalimantan Utara memiliki potensi energi hijau yang sangat besar. Potensi PLTA Sungai Kayan diperkirakan mampu menghasilkan hingga 9.000 megawatt (MW), sedangkan PLTA Sungai Mentarang memiliki potensi sekitar 1.300 MW.
“Seluruh potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan apabila kelestarian hutan tetap dijaga. Energi bersih dan lingkungan yang sehat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Ferdy menambahkan, keberhasilan menjaga ekosistem hutan juga akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pasokan listrik yang stabil dari energi terbarukan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika hutan tetap terpelihara, ketersediaan air juga akan terjaga sehingga pembangkit listrik dapat beroperasi secara optimal. Pada akhirnya manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan,” pungkasnya.













