TARAKAN – Upaya mencari bibit atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi olahraga tingkat nasional terus dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara). Tidak hanya mengandalkan ajang pertandingan resmi, sejumlah kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat juga dimanfaatkan untuk melihat potensi atlet dari daerah.
Salah satunya melalui pelaksanaan trail run di Kota Tarakan yang mempertandingkan jarak 12 kilometer dan 8,1 kilometer, Minggu (23/8). Tingginya partisipasi peserta menjadi gambaran bahwa olahraga tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah dalam menemukan pelari yang memiliki kemampuan kompetitif.
Kepala Dispora Kaltara, Bustan, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Berdasarkan pantauannya, jumlah peserta yang ambil bagian mencapai hampir 300 orang.
“Trail run 12 kilometer dan 8,1 kilometer ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dan perlu kita apresiasi. Pesertanya kurang lebih hampir 300 orang. Antusias masyarakat Kaltara untuk mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Bustan, proses penjaringan atlet tidak berhenti pada satu kegiatan. Dispora Kaltara akan melihat potensi atlet melalui berbagai agenda olahraga yang digelar di daerah, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara.
“Ini menjadi salah satu bagian dari upaya kita untuk mengidentifikasi atlet-atlet yang nantinya bisa dipersiapkan menuju PON. Jadi kita melihat dari berbagai kegiatan dan berbagai cabang olahraga,” katanya.
Porprov Kaltara yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November mendatang dinilai menjadi salah satu momentum penting untuk melakukan pemetaan kemampuan atlet. Dari ajang tersebut, atlet yang dinilai memiliki potensi akan mendapatkan perhatian lebih lanjut untuk dipersiapkan menghadapi tahapan kompetisi berikutnya.
“Kita akan lihat nanti di Porprov yang insyaallah dilaksanakan 10 November. Itu bagian daripada salah satu upaya kita untuk mengidentifikasi atlet untuk persiapan PON. Setelah itu ada Pra-PON, baru kemudian PON,” pungkasnya.













