Jumat, September 18, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Disdik Tarakan Dorong Pemberdayaan Mahasiswa di Sekolah

Redaksi by Redaksi
17 September 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Dinas Pendidikan Kota Tarakan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Bukan sekadar menjalani kewajiban akademik, mahasiswa calon guru diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil pengalaman langsung dari proses pembelajaran.

Peluang tersebut dilakukan melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang melibatkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan (FKIP UBT).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan mahasiswa memiliki potensi yang dapat diberdayakan untuk mendukung aktivitas pendidikan di sekolah. Penempatan mahasiswa juga dapat disesuaikan dengan bidang studi dan kebutuhan pembelajaran.

“Ruang untuk menambah tenaga baru sekarang memang berbeda dengan sebelumnya. Jadi kami mencari pola yang masih memungkinkan dilakukan. Salah satunya memanfaatkan program PLP dari FKIP UBT untuk membantu sekolah ketika ada kelas yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya, Rabu (16/9).

Menurutnya, program PLP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata. Mereka dapat belajar memahami karakter siswa, mengelola kelas, menyusun kegiatan pembelajaran hingga berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah.

“Pemberdayaan mahasiswa juga dapat dilakukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mahasiswa dari bidang pendidikan tertentu dapat ditempatkan pada mata pelajaran yang sesuai sehingga pengalaman yang diperoleh lebih relevan dengan bidang keilmuannya,” tuturnya.

Dengan pola tersebut, keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman bagi mereka sebagai calon pendidik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.

Tamrin menegaskan, mahasiswa PLP tetap memiliki kedudukan sebagai peserta praktik. Karena itu, peran mereka harus disesuaikan dengan kapasitas dan tujuan program yang dijalankan.

“Mahasiswa PLP posisinya tetap sebagai peserta praktik. Mereka membantu proses pembelajaran selama berada di sekolah, tetapi tidak menggantikan posisi guru secara permanen,” jelasnya.

Menurut Tamrin, pengalaman langsung di sekolah penting bagi mahasiswa karena kondisi pembelajaran tidak selalu sama dengan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Melalui PLP, mahasiswa dapat memahami persoalan pendidikan secara lebih nyata sekaligus belajar mencari pendekatan yang sesuai ketika berhadapan dengan siswa.

“Di sisi lain, sekolah juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, penguasaan materi dan keterampilan mengelola kelas. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan memasuki profesi sebagai guru,” terangnya.

Pihaknya melihat, kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kampus dan sekolah. Pemanfaatan potensi mahasiswa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pola kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Untuk kebutuhan jangka panjang, tetap diperlukan pemenuhan tenaga pendidik. Tetapi selama menjalani praktik, mahasiswa bisa memberikan dukungan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kapasitasnya,” jelas Tamrin.

“Dengan demikian, program PLP tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menyelesaikan praktik lapangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memberdayakan mahasiswa, mengasah kemampuan mereka, serta mempertemukan pengetahuan di perguruan tinggi dengan kondisi pendidikan secara langsung di sekolah,” pungkasnya.

AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

FOTO : Mahasiswa FKIP UBT saat mengikuti kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan di sekolah.

Disdik Tarakan Dorong Pemberdayaan Mahasiswa di Sekolah

TARAKAN – Sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi siswa untuk menerima pembelajaran. Bagi mahasiswa calon guru, lingkungan sekolah juga menjadi ruang penting untuk menguji pengetahuan sekaligus membangun pengalaman sebelum memasuki dunia pendidikan secara profesional.

Peluang itu salah satunya terbuka melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan (FKIP UBT).

Dinas Pendidikan Kota Tarakan melihat keberadaan mahasiswa PLP dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar secara langsung, sementara sekolah mendapat tambahan dukungan dalam kegiatan pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan keterlibatan mahasiswa dapat menjadi salah satu pola yang dikembangkan untuk membantu sekolah, khususnya pada kegiatan pembelajaran yang membutuhkan pendampingan.

“Ruang untuk menambah tenaga baru sekarang memang berbeda dengan sebelumnya. Jadi kami mencari pola yang masih memungkinkan dilakukan. Salah satunya memanfaatkan program PLP dari FKIP UBT untuk membantu sekolah ketika ada kelas yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya, Rabu (16/9).

Menurut Tamrin, pemberdayaan mahasiswa perlu dilakukan dengan memperhatikan bidang keilmuan yang mereka tempuh. Dengan demikian, mahasiswa tidak sekadar hadir untuk memenuhi kewajiban praktik, tetapi memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kompetensinya.

Mahasiswa dari bidang studi tertentu, misalnya, dapat diarahkan untuk mengikuti proses pembelajaran yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Pola tersebut dinilai dapat membuat pengalaman praktik lebih terarah sekaligus memberikan manfaat bagi sekolah.

“Pemberdayaan mahasiswa juga dapat dilakukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mahasiswa dari bidang pendidikan tertentu dapat ditempatkan pada mata pelajaran yang sesuai sehingga pengalaman yang diperoleh lebih relevan dengan bidang keilmuannya,” tuturnya.

Selama menjalani PLP, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di sekolah. Pengalaman itu mencakup cara berkomunikasi dengan siswa, memahami karakter peserta didik, membantu kegiatan pembelajaran hingga mengenali situasi yang tidak selalu ditemui selama perkuliahan.

Tamrin menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebelum benar-benar terjun sebagai guru. Sebab, kemampuan mengajar tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga bagaimana seorang pendidik menghadapi kondisi kelas dan kebutuhan siswa yang beragam.

Meski demikian, keterlibatan mahasiswa tetap memiliki batas. Tamrin menegaskan mahasiswa PLP bukan tenaga pengajar pengganti yang dapat mengambil alih tugas guru secara permanen.

“Mahasiswa PLP posisinya tetap sebagai peserta praktik. Mereka membantu proses pembelajaran selama berada di sekolah, tetapi tidak menggantikan posisi guru secara permanen,” jelasnya.

Menurutnya, batas tersebut penting agar tujuan utama program tetap berjalan. Mahasiswa harus memperoleh pengalaman lapangan, sedangkan guru tetap menjalankan fungsi utama dalam proses pendidikan di sekolah.

Di sisi lain, keberadaan mahasiswa juga dinilai dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis. Dengan pendampingan dari guru, mahasiswa dapat berlatih menyampaikan materi, berkomunikasi dengan siswa dan memahami pengelolaan kelas secara langsung.

“Di sisi lain, sekolah juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, penguasaan materi dan keterampilan mengelola kelas. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan memasuki profesi sebagai guru,” terangnya.

Disdik Tarakan juga melihat program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Kolaborasi kampus dengan sekolah dinilai dapat terus dikembangkan, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan pembelajaran dengan kompetensi mahasiswa.

Namun, Tamrin menegaskan keberadaan mahasiswa PLP tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pemenuhan tenaga pendidik. Untuk kebutuhan jangka panjang, sekolah tetap membutuhkan guru sesuai formasi dan bidang studi yang diperlukan.

“Untuk kebutuhan jangka panjang, tetap diperlukan pemenuhan tenaga pendidik. Tetapi selama menjalani praktik, mahasiswa bisa memberikan dukungan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kapasitasnya,” jelas Tamrin.

Karena itu, program PLP diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik yang harus diselesaikan mahasiswa. Kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan calon guru sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan sekolah di Tarakan.

Melalui pola tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan di lingkungan pendidikan yang sebenarnya, sementara sekolah memperoleh dukungan tambahan dalam kegiatan pembelajaran tanpa menggeser peran guru sebagai tenaga pendidik utama.

Previous Post

Hujan Kembali Turun, PMK Tarakan Benahi Tampungan Air

Next Post

Gubernur Perkuat Hubungan Kaltara-Malaysia di Hari Malaysia 2026

Redaksi

Redaksi

Next Post

Gubernur Perkuat Hubungan Kaltara-Malaysia di Hari Malaysia 2026

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Dispora Kaltara Petakan Cabor Unggulan untuk Hadapi Pra-PON 2027

17 September 2026

Dispora Kaltara Kawal Rencana Sport Center di Lahan 23 Hektare

17 September 2026

Pemprov Kaltara Gelar Bimtek Audit Keamanan Informasi SPBE

17 September 2026

Pemprov Kaltara Tegaskan Ilmu Sebagai Amanah Sosial di Wisuda STIT Al-Anshar

17 September 2026

Recent News

Dispora Kaltara Petakan Cabor Unggulan untuk Hadapi Pra-PON 2027

17 September 2026

Dispora Kaltara Kawal Rencana Sport Center di Lahan 23 Hektare

17 September 2026

Pemprov Kaltara Gelar Bimtek Audit Keamanan Informasi SPBE

17 September 2026

Pemprov Kaltara Tegaskan Ilmu Sebagai Amanah Sosial di Wisuda STIT Al-Anshar

17 September 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com