TARAKAN – Rencana membersihkan rumah yang baru ditinggalkan sepekan berubah menjadi musibah. Dua rumah warga di Jalan Kenanga, Gang Kenanga, RT 31, Kelurahan Sebengkok, Tarakan, dilalap api pada Kamis (29/10) siang. Salah satu rumah yang terbakar diketahui dalam kondisi kosong setelah pemiliknya pindah dan berencana menjual atau menyewakan bangunan tersebut.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.20 Wita itu diduga pertama kali muncul dari rumah milik Hj. Fatma. Api kemudian membesar hingga menjalar ke bangunan rumah di sebelahnya. Saat kejadian, tidak ada penghuni di dalam rumah tersebut.
Menantu pemilik rumah, Kahar, menuturkan, keluarga baru meninggalkan rumah itu sekitar sepekan sebelumnya. Mereka pindah pada Jumat lalu karena rumah tersebut rencananya akan disewakan atau dijual.
“Baru semingguan, Jumat kami pindah. Memang antara rumah ini mau disewakan atau dijual,” ujar Kahar saat ditemui di lokasi kejadian.
Ironisnya, pada hari kebakaran, mertuanya justru berencana kembali untuk membersihkan rumah. Hal itu dilakukan agar kondisi bangunan lebih rapi ketika nantinya ada calon penyewa maupun pembeli yang datang melihat.
“Hari ini mau dibersihkan, eh hari ini terbakar,” katanya.
Kahar mengaku, selama rumah ditinggalkan, keluarga sudah memastikan seluruh instalasi yang berpotensi memicu kebakaran dalam kondisi aman. Aliran listrik dimatikan, sementara regulator gas telah dilepas dan ujung selang dibungkus menggunakan plastik.
Kunci rumah juga dititipkan kepada tetangga yang tinggal di seberang bangunan. Tetangga tersebut diminta membantu memantau kondisi rumah setiap pagi dan menjelang malam, sekaligus menyalakan atau mematikan lampu sesuai kebutuhan.
“Posisi kami meninggalkan rumah, kami kasih tinggal kunci ke tetangga. Kalau mau malam dia nyalakan lampu, kalau pagi dia matikan dari kilometer langsung,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, dan pendingin ruangan (AC) sudah dibawa ke rumah baru. Hanya satu unit AC yang masih tertinggal di kamar ketiga, tetapi dalam kondisi rusak dan tidak terhubung dengan aliran listrik.
“Kalau dibilang korsleting kayaknya kecil kemungkinan, karena posisi listriknya mati, gas juga mati. TV, kulkas, AC kami bawa semua. Ada satu AC di kamar ketiga, tapi posisinya ditaruh di bawah dan tidak terhubung ke listrik karena rusak,” ungkapnya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari saksi di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat dari rumah milik Hj. Fatma sebelum akhirnya menjalar ke bangunan di sampingnya.
“Kalau dari saksi, dari sini pertama, dari rumah ini,” ujarnya.
Besarnya kobaran api membuat dua bangunan rumah tersebut terdampak. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, mengingat bangunan mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Penanganan dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat tersebut.













