TARAKAN – Mengenali perkembangan siswa tidak cukup hanya melalui aktivitas mereka selama berada di sekolah. Kondisi anak di rumah, pola pendampingan keluarga, hingga perubahan lingkungan tempat tinggal juga menjadi informasi penting bagi guru dalam memberikan pembinaan. Karena itu, komunikasi antara sekolah dan keluarga perlu terus dijaga agar pendampingan terhadap siswa tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Alimin, mengatakan sekolah sebenarnya telah mengumpulkan nomor telepon orang tua sejak proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Data tersebut menjadi salah satu sarana penghubung ketika guru perlu menyampaikan informasi mengenai kegiatan belajar maupun kondisi siswa yang membutuhkan perhatian keluarga.
Namun, dalam pelaksanaannya, komunikasi terkadang terkendala persoalan sederhana, yakni nomor telepon orang tua yang sudah tidak aktif atau berganti. Akibatnya, informasi yang ingin disampaikan sekolah tidak selalu bisa diterima oleh keluarga secara cepat.
“Waktu penerimaan siswa baru, sekolah sudah meminta nomor telepon orang tua. Data itu diperlukan supaya kalau ada persoalan dengan anak, pihak sekolah bisa menghubungi keluarganya. Tetapi nomor yang tercatat terkadang sudah berubah, sehingga informasi dari sekolah tidak selalu bisa langsung tersampaikan,” ujar Alimin, (31/10).
Menurutnya, pembaruan data kontak keluarga perlu menjadi perhatian sekolah maupun orang tua. Perubahan nomor telepon sebaiknya segera diinformasikan kepada pihak sekolah agar jalur komunikasi tetap tersedia, terutama ketika guru perlu menyampaikan hal penting terkait perkembangan siswa.
Di sisi lain, komunikasi tersebut juga tidak semestinya hanya dilakukan ketika muncul persoalan di sekolah. Orang tua perlu memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi anak di rumah, termasuk perubahan perilaku atau keadaan keluarga yang berpotensi memengaruhi aktivitas belajar.
“Jangan sampai komunikasi hanya berjalan ketika sekolah menemukan masalah. Orang tua juga perlu menyampaikan informasi kepada guru kalau ada kondisi di rumah yang perlu diketahui sekolah. Begitu pula pihak sekolah, jika ada perkembangan atau persoalan di sekolah, sebaiknya segera disampaikan kepada keluarga,” jelasnya.
Alimin menilai, kebutuhan komunikasi yang terjaga semakin penting karena kondisi keluarga setiap siswa tidak selalu sama. Ada pelajar yang tinggal bersama kedua orang tua, tetapi ada pula yang sehari-hari berada dalam pengasuhan kakek atau nenek akibat kondisi keluarga tertentu, termasuk ketika orang tua telah berpisah.
Situasi tersebut membuat sekolah perlu mengetahui siapa yang selama ini bertanggung jawab mendampingi siswa di rumah. Kejelasan informasi mengenai keluarga atau wali yang bisa dihubungi akan memudahkan guru ketika membutuhkan koordinasi terkait pendidikan dan pembinaan anak.
“Anak-anak memiliki kondisi keluarga yang berbeda-beda. Ada yang tinggal bersama kakek atau nenek, sekolah perlu mengetahui siapa yang mendampingi mereka di rumah. Informasi itu penting supaya komunikasi dengan keluarga tetap berjalan dan pendampingan terhadap anak bisa dilakukan sesuai kondisinya,” ungkap Alimin.
Ia menambahkan, informasi dari keluarga dapat membantu guru memahami perilaku siswa secara lebih utuh. Sebab, kondisi yang terlihat di sekolah belum tentu menggambarkan seluruh situasi yang sedang dialami anak. Begitu pula orang tua, perlu mengetahui perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pendidikan agar pembinaan di rumah dapat berjalan searah dengan sekolah.
Dengan komunikasi dua arah, guru dan keluarga memiliki kesempatan untuk saling melengkapi informasi sebelum menentukan pendekatan yang tepat bagi siswa. Hubungan tersebut juga diharapkan tidak hanya terbangun saat terjadi pelanggaran atau masalah, tetapi menjadi bagian dari pendampingan pendidikan sehari-hari.
“Sekolah dan orang tua sama-sama memiliki peran dalam mendampingi anak. Kalau komunikasi terjalin dengan baik, informasi tidak berhenti di satu pihak saja. Guru bisa memahami kondisi siswa, sementara orang tua juga mengetahui perkembangan anak selama mengikuti kegiatan belajar,” pungkasnya.













