Senin, November 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Bus Sekolah Masih Terbatas, Perjuangan Pengadaannya Dimulai dari Keluhan Siswa

Redaksi by Redaksi
1 November 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Tidak semua pelajar di Kota Tarakan memiliki kemudahan untuk pulang dan pergi ke sekolah. Jarak permukiman yang jauh, keterbatasan kendaraan keluarga, hingga belum tersedianya angkutan yang menjangkau tempat tinggal menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian siswa. Persoalan inilah yang dahulu mendorong munculnya gagasan penyediaan bus sekolah di Tarakan.

Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Alimin, mengungkapkan, kebutuhan tersebut bukan muncul dari perencanaan semata. Ia justru melihat langsung kesulitan yang dialami sejumlah siswa ketika masih mengajar di SMP Negeri 1 Tarakan.

Kala itu, beberapa siswa yang berasal dari Juata Laut dan Juata Kerikil kerap mengalami kesulitan mendapatkan kendaraan untuk pulang setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Situasi tersebut membuatnya berpikir bahwa pelajar yang tinggal jauh dari sekolah membutuhkan fasilitas transportasi tersendiri.

“Waktu saya masih mengajar di SMP Negeri 1, ada anak-anak dari Juata Laut dan Juata Kerikil yang kesulitan pulang. Kondisi itu membuat saya berpikir bahwa transportasi khusus pelajar memang diperlukan, terutama bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah,” ujarnya, (31/10).

Dari pengalaman tersebut, Alimin mulai memperjuangkan gagasan penyediaan bus sekolah sekitar 2006–2007. Namun, kebutuhan yang telah disuarakan itu tidak langsung terwujud. Perlu waktu bertahun-tahun hingga armada bus sekolah akhirnya terealisasi pada 2015.

Kehadiran bus sekolah menjadi jawaban atas persoalan transportasi yang sebelumnya dihadapi sebagian pelajar. Siswa yang kesulitan mendapatkan kendaraan kini memiliki alternatif untuk menunjang perjalanan menuju maupun dari sekolah. Fasilitas ini juga membantu orang tua yang tidak selalu bisa mengantar dan menjemput anak karena pekerjaan atau kesibukan lainnya.

Namun, setelah layanan tersebut tersedia, persoalan jangkauan masih menyisakan pekerjaan rumah. Alimin mengakui, rute bus sekolah belum mampu menjangkau seluruh kawasan permukiman di Tarakan. Artinya, masih ada pelajar yang belum dapat memanfaatkan fasilitas tersebut karena lokasi tempat tinggal mereka berada di luar jalur layanan.

“Bus sekolah sudah ada dan sangat membantu anak-anak, tetapi memang belum semua wilayah terjangkau. Ada siswa yang tinggal di kawasan tertentu dan masih kesulitan mengakses rute bus. Persoalan seperti ini perlu dilihat agar layanan transportasi pelajar bisa sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan armada saja belum cukup untuk memastikan seluruh siswa memperoleh kemudahan transportasi. Jangkauan rute juga perlu disesuaikan dengan persebaran permukiman dan lokasi sekolah. Terlebih, kebutuhan pelajar yang tinggal di kawasan pinggiran berbeda dengan siswa yang bermukim tidak jauh dari sekolah.

Karena itu, evaluasi layanan bus sekolah perlu memperhatikan wilayah tempat tinggal siswa yang belum terakomodasi. Pemetaan kebutuhan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan rute agar manfaat fasilitas transportasi pendidikan lebih merata.

Alimin menilai, pengalaman saat masih mengajar menjadi pengingat bahwa persoalan transportasi dapat menjadi hambatan tersendiri bagi pelajar. Ia berharap kebutuhan tersebut tetap menjadi perhatian sehingga keberadaan bus sekolah tidak hanya membantu siswa di wilayah yang sudah terjangkau, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan mereka yang masih kesulitan memperoleh angkutan.

“Bus sekolah ini berangkat dari kebutuhan anak-anak yang kesulitan mendapatkan transportasi, terutama mereka yang tinggal jauh dari sekolah. Pengalaman itu menunjukkan bahwa akses angkutan pelajar perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di setiap wilayah,” pungkas Alimin.

Previous Post

Bonceng Tiga dan Helm Tak Terikat Masih Ditemukan, Disdik Soroti Keselamatan Pelajar

Next Post

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

Redaksi

Redaksi

Next Post

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Pelajar Berseragam di Luar Sekolah Jadi Perhatian, Disdik Ajak Warga Melapor

1 November 2026

Nomor Orang Tua Berubah, Komunikasi Sekolah dengan Keluarga Bisa Terhambat

1 November 2026

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

1 November 2026

Bus Sekolah Masih Terbatas, Perjuangan Pengadaannya Dimulai dari Keluhan Siswa

1 November 2026

Recent News

Pelajar Berseragam di Luar Sekolah Jadi Perhatian, Disdik Ajak Warga Melapor

1 November 2026

Nomor Orang Tua Berubah, Komunikasi Sekolah dengan Keluarga Bisa Terhambat

1 November 2026

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Penelusuran Siswa Bolos Sekolah

1 November 2026

Bus Sekolah Masih Terbatas, Perjuangan Pengadaannya Dimulai dari Keluhan Siswa

1 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com