TARAKAN – Aktivitas pelajar tidak sepenuhnya berada dalam jangkauan pengawasan sekolah. Ketika jam pelajaran berlangsung, siswa bisa saja berada di luar lingkungan pendidikan, termasuk di kawasan permukiman yang jauh dari pantauan guru. Kondisi ini membuat keterlibatan masyarakat sekitar dinilai penting untuk membantu memastikan pelajar tetap mengikuti kegiatan belajar.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mendorong masyarakat, terutama pengurus RT dan warga yang tinggal di sekitar sekolah, agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan pelajar berseragam berada di luar sekolah saat jam belajar.
Pengawas Sekolah Disdik Tarakan, Alimin, mengatakan masyarakat memiliki posisi strategis karena beraktivitas langsung di lingkungan tempat tinggal. Informasi yang ditemukan warga dapat menjadi bahan bagi sekolah untuk memastikan apakah siswa tersebut memang sedang berkepentingan di luar atau justru meninggalkan kegiatan belajar.
“Kalau ada anak berseragam sekolah berada di luar saat jam belajar, masyarakat bisa menghubungi pihak sekolah. Informasi seperti itu membantu guru mengetahui kondisi siswa dan menindaklanjutinya,” ujar Alimin.
Menurutnya, laporan masyarakat dapat membantu menutup keterbatasan pengawasan yang hanya mengandalkan guru dan petugas keamanan di lingkungan sekolah. Sebab, ketika siswa sudah berada di luar pagar sekolah, keberadaan mereka tidak selalu bisa diketahui secara langsung oleh pihak pendidikan.
Alimin mengaku pernah mengalami kondisi tersebut ketika bertugas melakukan pengawasan di SMP Negeri 7 Tarakan pada 2024. Saat itu, seorang ketua RT melaporkan adanya sejumlah siswa yang berkumpul di kawasan belakang sekolah. Lokasi tersebut cukup rimbun sehingga aktivitas pelajar tidak mudah terlihat dari area sekolah.
Menindaklanjuti informasi itu, Alimin bersama petugas keamanan sekolah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat petugas tiba, sejumlah siswa justru berlari menuju SMP Negeri 13 Tarakan dan masuk ke lingkungan sekolah tersebut.
Pengalaman itu memperlihatkan bahwa pengawasan siswa membutuhkan dukungan informasi dari luar lingkungan pendidikan. Warga yang mengetahui aktivitas di sekitar permukiman dapat membantu memberikan gambaran mengenai keberadaan pelajar ketika kegiatan belajar masih berlangsung.
“Laporan dari warga perlu disampaikan dengan jelas supaya sekolah bisa mengecek langsung. Kalau informasi diterima lebih cepat, pihak sekolah juga bisa segera mengetahui apa yang terjadi dan mengambil langkah yang sesuai,” jelasnya.
Meski demikian, Alimin menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan penindakan sendiri terhadap pelajar yang ditemukan di luar sekolah. Peran warga cukup menyampaikan informasi kepada guru atau pihak sekolah agar kondisi tersebut dapat diperiksa dan ditangani sesuai kewenangan.
Sekolah nantinya dapat menelusuri alasan siswa berada di luar lingkungan pendidikan, termasuk memastikan apakah terdapat kepentingan tertentu atau pelanggaran terhadap kewajiban mengikuti pelajaran.
Pendekatan tersebut dinilai lebih tepat karena pengawasan tidak hanya bertujuan menemukan siswa yang meninggalkan sekolah, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pembinaan. Dengan demikian, informasi dari masyarakat dapat menjadi pintu awal bagi sekolah untuk mengetahui persoalan yang dialami siswa.
Alimin berharap kepedulian lingkungan sekitar terhadap aktivitas pelajar dapat terus tumbuh. Menurutnya, tanggung jawab mendampingi anak tidak berhenti ketika mereka keluar dari lingkungan sekolah, sehingga komunikasi antara masyarakat dan pihak pendidikan perlu tetap terjaga.
“Anak-anak berada di lingkungan sekolah dan juga di lingkungan tempat tinggalnya. Kalau masyarakat dan sekolah saling berkomunikasi, informasi mengenai aktivitas mereka bisa diketahui lebih cepat. Peran ini dapat membantu sekolah mendampingi siswa agar tetap mengikuti kegiatan belajar,” pungkas Alimin.













