TANJUNG SELOR – Harapan bagi pemuda-pemudi di Kalimantan Utara untuk menembus panggung nasional kembali terbuka. Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) yang saban tahun digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dipastikan kembali hadir, meski petunjuk teknis resmi dari pusat belum juga dirilis.
Di tengah penantian itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara mulai memberi sinyal awal. Kepala Bidang Pemuda Dispora Kaltara, Muhammad Mursid, menyebut pola pelaksanaan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini memang belum ada info resmi terkait juknis dari Kemenpora mengenai lokasi dan kapan tepatnya. Namun, berkaca dari tahun lalu, biasanya dilaksanakan antara bulan Juni, Juli, hingga Agustus,” ujarnya.
Program ini bukan sekadar pertukaran biasa. Peserta terpilih akan ditempatkan di dua wilayah berbeda yang mewakili Zona Barat—meliputi Jawa hingga Sumatera—dan Zona Timur yang mencakup Kalimantan hingga Papua. Skema ini dirancang untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mempertemukan keragaman budaya antar daerah.
Namun peluang itu datang dengan persaingan ketat. Setiap provinsi hanya diberi jatah dua orang terbaik.
“Biasanya dua orang per provinsi, satu putra dan satu putri,” jelas Mursid.
Untuk bisa lolos, calon peserta harus memenuhi kriteria usia 16 hingga 30 tahun, baik yang masih berstatus pelajar SMA maupun pemuda dalam rentang usia tersebut. Dispora Kaltara juga menegaskan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya, sekaligus membuka akses seluas-luasnya melalui sistem pendaftaran daring.
“Nanti kita buka pendaftaran online. Selain itu, ada juga rekomendasi dari Dispora kabupaten kota,” tambahnya.
Seleksi akan berlangsung berlapis dan menuntut kesiapan menyeluruh. Tahapan dimulai dari seleksi administrasi untuk memastikan kelengkapan berkas, dilanjutkan wawancara guna menguji motivasi dan potensi diri, kemudian tes psikologi untuk mengukur kesiapan mental, hingga seleksi teknis yang menilai kemampuan khusus peserta.
Dengan kuota terbatas dan proses seleksi yang ketat, program ini menjadi ajang adu kapasitas sekaligus kesempatan langka bagi pemuda Kaltara untuk membawa nama daerah ke level nasional.
“Ini kesempatan besar, tapi juga tantangan. Yang terpilih benar-benar harus siap secara mental, kemampuan, dan komitmen,” tutup Mursid.













