TARAKAN – Suasana Stadion Datu Adil Tarakan pada Sabtu (20/6) sore terasa lebih semarak dari biasanya. Di tengah pertandingan ekshibisi antara Legend FC dan Line 7, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., tak hanya hadir sebagai penonton. Ia turun langsung ke lapangan, berbaur dengan para pemain dan ikut merasakan atmosfer kebersamaan yang dibangun komunitas sepak bola di Kota Tarakan.
Kehadiran Bustan di Stadion Datu Adil menjadi lanjutan dari rangkaian kunjungan lapangan yang sebelumnya diawali dengan pemantauan pembinaan basket usia dini di Hope Academy. Berbeda dengan agenda formal pada umumnya, kali ini ia memilih mendekatkan diri dengan pelaku olahraga melalui pertandingan persahabatan yang berlangsung santai namun penuh semangat.
Menurutnya, aktivitas olahraga komunitas memiliki peran penting dalam menjaga gairah pembinaan sekaligus mempererat hubungan antarpelaku olahraga di daerah. Karena itu, pemerintah perlu hadir langsung untuk melihat perkembangan yang terjadi di lapangan.
“Usai dari kegiatan basket, saya sengaja bergabung dengan teman-teman di sini. Bukan hanya melihat, tapi juga ikut bermain bersama dalam pertandingan persahabatan antara Legend FC dan Line 7,” ujar Bustan, Sabtu (20/6/2026).
Baginya, olahraga tidak semata berbicara soal prestasi. Aktivitas tersebut juga menjadi sarana menjaga kesehatan dan membangun produktivitas. Dengan ikut bermain, ia merasakan langsung semangat yang dimiliki para pegiat sepak bola komunitas di Tarakan.
“Yang terpenting kita tetap sehat. Kalau badan sehat, tentu kita bisa lebih kuat dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dispora Kaltara juga menyerahkan sejumlah bola kepada komunitas sepak bola yang rutin beraktivitas di Stadion Datu Adil. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan olahraga masyarakat yang selama ini tumbuh secara mandiri.
Bustan menilai komunikasi dengan komunitas olahraga tidak cukup dilakukan di ruang pertemuan. Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan menjadi cara yang lebih efektif untuk memahami kebutuhan para pelaku olahraga sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang.
Berbagai masukan dari komunitas, lanjut dia, akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program olahraga di Kalimantan Utara. Termasuk peluang menghadirkan kegiatan atau kompetisi yang dapat mengakomodasi minat para pecinta sepak bola.
“Semua masukan yang disampaikan teman-teman tentu akan menjadi perhatian kami. Ke depan, berbagai kegiatan akan kami susun dan jadwalkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat olahraga,” tuturnya.
Ia memastikan Dispora Kaltara berkomitmen terus mendukung perkembangan olahraga masyarakat melalui program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Insya Allah kegiatan-kegiatan yang terbaik akan kami siapkan dan laksanakan secara bertahap,” pungkasnya.













