NUNUKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong pemerataan akses energi hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Konservasi Energi dan Penyediaan Kelistrikan di Wilayah Perbatasan dan Prioritas Pedalaman yang dilaksanakan di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Jumat (29/5).
Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Anggota DPR RI Rahmawati sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperluas akses energi bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dan terpencil.
Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Rombongan harus menempuh perjalanan sekitar 10 jam dari Tanjung Selor. Dalam perjalanan tersebut, rombongan juga menyempatkan meninjau kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan dengan mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang.
Dalam sosialisasi tersebut, Yosua menekankan pentingnya konservasi energi sekaligus pemanfaatan listrik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang direncanakan pemerintah pada sejumlah desa perbatasan pada tahun 2026 tidak hanya bertujuan menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Penyediaan listrik yang akan dibangun di beberapa desa perbatasan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang menghasilkan berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan listrik yang memadai dapat mendukung pengembangan usaha masyarakat seperti kerajinan tas kulit rotan, batik, ukiran, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki potensi pasar lebih luas. Dengan demikian, program elektrifikasi di wilayah perbatasan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Rahmawati menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung perbaikan saluran air bersih di Kecamatan Lumbis Pansiangan. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan layanan air bersih di wilayah tersebut.
“Pembangunan di wilayah perbatasan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya listrik tetapi juga kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” kata Rahmawati.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap pembangunan infrastruktur energi dan layanan dasar lainnya dapat semakin mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.













