TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai memperkuat sistem perlindungan peserta didik dengan menyiapkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman. Pembentukan pokja ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman, sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kasus kekerasan maupun perundungan di sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan pembentukan pokja saat ini masih menunggu pengesahan dari kepala daerah sebelum dapat mulai menjalankan tugasnya.
Menurutnya, kehadiran Pokja Sekolah Aman dan Nyaman akan menjadi wadah koordinasi berbagai pihak dalam memperkuat perlindungan peserta didik. Selain berfungsi sebagai langkah pencegahan, pokja juga diharapkan mampu mempercepat penanganan setiap laporan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Pokja ini kami siapkan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Saat ini prosesnya masih menunggu pengesahan kepala daerah. Harapannya, keberadaan pokja dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” kata Edhy.
Ia menjelaskan, penguatan perlindungan siswa juga dilakukan melalui penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang wajib dilaksanakan seluruh satuan pendidikan, mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai ketentuan, Disdik telah memberikan sosialisasi kepada seluruh sekolah melalui berbagai forum, termasuk kegiatan yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami sudah menyampaikan konsep MPLS Ramah kepada seluruh sekolah sehingga pelaksanaannya memiliki pemahaman yang sama dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Edhy berharap momentum MPLS dimanfaatkan sekolah untuk membangun budaya belajar yang positif sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan pendidikan. Menurutnya, suasana yang aman dan nyaman akan membantu siswa baru beradaptasi sekaligus mendorong terciptanya iklim belajar yang sehat.
“Seluruh sekolah kami imbau melaksanakan MPLS Ramah sesuai ketentuan. Tujuannya agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tutupnya.












