TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Achmad Djufrie mengajak seluruh pelaku usaha di Kaltara berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan tersebut dinilai penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Ajakan itu disampaikan Achmad Djufrie usai mengikuti Sensus Ekonomi 2026 sebagai responden. Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas BPS, tetapi juga ditentukan oleh keterbukaan masyarakat, khususnya para pelaku usaha, dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.
“Keberhasilan sensus ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tapi memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha sebagai penyedia informasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, termasuk perencanaan program yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, seluruh pelaku usaha diharapkan memberikan keterangan yang benar dan lengkap saat didatangi petugas sensus.
Menurut Achmad Djufrie, partisipasi seluruh pihak akan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang menjamin kerahasiaan seluruh data responden.
Ia mengatakan, sensus yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 itu bertujuan menghimpun informasi mengenai berbagai kegiatan usaha di seluruh Indonesia. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi program pembangunan sekaligus menyusun kebijakan ekonomi.
“Termasuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat nasional maupun daerah,” tegas Mustaqim.












