TARAKAN – Sebanyak 75 mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara resmi dilepas untuk menjalani praktik klinik melalui prosesi Caping Day yang digelar di kampus Politeknik Kaltara, Rabu (22/7). Momentum tersebut menjadi tahapan penting dalam pendidikan keperawatan sebelum mahasiswa terjun memberikan pelayanan secara langsung kepada pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Prosesi yang diikuti 11 mahasiswa laki-laki dan 64 mahasiswa perempuan itu tidak sekadar menjadi tradisi akademik, tetapi juga menjadi simbol kesiapan mahasiswa mengemban tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan yang menjunjung tinggi etika profesi, disiplin, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kaltara, Drs. H. Mustamin Bachri, MAP, mengatakan Caping Day menjadi pengingat bahwa profesi perawat merupakan pekerjaan mulia yang membutuhkan kompetensi sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan yayasan akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Politeknik Kaltara agar mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, rasa empati, serta semangat melayani. Nilai-nilai itu menjadi bekal utama dalam menjalankan profesi perawat,” ujarnya.

Mustamin juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan praktik klinik sebagai sarana belajar dan mengembangkan kemampuan di lapangan.
“Jaga nama baik almamater dan laksanakan praktik dengan sungguh-sungguh. Ini adalah langkah awal menuju pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara, Ns. Nur Sriyanti, M.Kep, mengatakan Caping Day merupakan hasil dari proses pembelajaran selama satu tahun yang menjadi bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan kegiatan selalu dievaluasi sehingga kualitas pelaksanaan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah pelaksanaan tahun ini berjalan lancar. Evaluasi selalu kami lakukan agar kegiatan ini semakin baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyelesaikan praktik klinik hingga lulus tanpa mengalami kendala yang berarti.
“Praktik klinik adalah tantangan baru bagi mahasiswa karena mereka mulai berinteraksi langsung dengan pasien. Kami berharap semuanya mampu melewati proses ini dengan baik,” tuturnya.
Nur Sriyanti menambahkan keberhasilan seorang perawat tidak hanya diukur dari kemampuan melakukan tindakan medis, tetapi juga dari kepedulian, komunikasi, dan ketulusan saat memberikan pelayanan.
“Empati menjadi hal yang sangat penting. Seorang perawat harus mampu memahami kondisi pasien secara menyeluruh sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar memberikan rasa nyaman,” jelasnya.
Ketua Panitia Caping Day, Ns. Sriargianti Amir, M.Kep, mengatakan tradisi pemasangan cap telah menjadi bagian dari sejarah pendidikan keperawatan dan memiliki makna sebagai simbol kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesi.
“Cap bukan sekadar atribut, tetapi menjadi lambang komitmen untuk memegang teguh sumpah profesi, kode etik, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap mahasiswa mampu menjaga semangat belajar selama praktik klinik dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal menjadi tenaga kesehatan yang profesional.
“Perjalanan masih panjang. Terus belajar, tetap rendah hati, dan jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk menjadi perawat yang kompeten dan berintegritas,” tutupnya.












