TARAKAN – Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Kota Tarakan diperluas ke sekitar 25 sekolah dasar (SD) pada tahun ini. Program tersebut sebelumnya diterapkan pada dua sekolah dan kini diperluas ke dua gugus pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan perluasan program dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus menerapkan budaya sekolah yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.
Menurutnya, penerapan sebelumnya dilakukan pada dua sekolah di Gugus 6. Tahun ini cakupannya diperluas ke sekolah-sekolah dalam Gugus 6 secara keseluruhan serta Gugus 4 yang berada di wilayah Juata dan sekitarnya.
“Kalau sebelumnya ini baru dua sekolah, tahun ini kita imbaskan ke sekitar 25 sekolah jenjang SD. Penerapannya diperluas di Gugus 6 dan Gugus 4, termasuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah Karang Harapan dan Juata Laut,” kata Edhy.
Perluasan tersebut tidak hanya menyasar SD di bawah Dinas Pendidikan. Tiga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah Kementerian Agama juga turut diarahkan untuk menerapkan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Edhy menjelaskan, penerapan program tersebut mencakup edukasi kepada warga sekolah agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Siswa didorong untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan teman serta memahami pentingnya saling menghargai.
“Yang kita dorong itu bagaimana anak-anak memiliki kesadaran, rasa peduli dan sayang kepada temannya. Jadi budaya ini tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam keseharian mereka di sekolah,” ujarnya.
Menurut Edhy, penguatan budaya sekolah juga berjalan beriringan dengan pendidikan karakter. Salah satunya melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diarahkan untuk membentuk siswa agar lebih disiplin, ramah dan peduli terhadap sesama.
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan di lingkungan satuan pendidikan sehingga nilai-nilai positif tidak berhenti pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi perilaku yang terbentuk dalam keseharian siswa.
Edhy mengatakan perluasan penerapan program menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar secara aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Harapan kita tentu anak-anak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang baik di sekolah. Karena sekolah itu tempat mereka membentuk karakter, menambah ilmu dan pengalaman, sehingga lingkungan belajarnya harus mendukung mereka,” pungkasnya.













