TARAKAN – Penanganan persoalan perundungan di lingkungan sekolah Kota Tarakan sejauh ini dinilai masih berada dalam batas yang dapat ditangani. Dinas Pendidikan Kota Tarakan menyebut laporan yang masuk sejak awal tahun sebagian besar dapat diselesaikan tanpa berkembang menjadi persoalan serius.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan laporan yang diterima berasal dari dinamika interaksi di lingkungan sekolah. Dari laporan tersebut, jenjang sekolah dasar (SD) menjadi yang lebih banyak menerima persoalan.
“Kalau secara laporan memang ada, namanya sekian banyak sekolah. Tapi alhamdulillah rata-rata bisa diselesaikan. Untuk tahun ini, sejak Januari, masih dalam batas penanganan dan tidak sampai parah,” kata Edhy.
Menurutnya, persoalan yang muncul dapat terjadi dalam interaksi antarsiswa maupun antara siswa dan guru. Penanganan sejak awal dinilai penting agar persoalan tidak berkembang dan tetap dapat diselesaikan di lingkungan sekolah.
Edhy mencontohkan, ada perilaku siswa yang muncul karena keinginan mendapatkan perhatian, berkenalan atau berteman. Namun, cara yang dilakukan terkadang membuat pihak lain merasa terganggu sehingga perlu diberikan pemahaman.
“Kadang dia itu mungkin butuh perhatian, ingin kenalan atau ingin berteman, tetapi caranya menurut pihak lain mengganggu. Itu kemudian tergolong perundungan dan sebagainya,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan sekolah menyelesaikan persoalan sejak awal menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan baik. Pendekatan yang dilakukan juga perlu menyesuaikan kondisi dan karakter masing-masing siswa.
Penanganan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara berinteraksi dengan teman. Dengan demikian, persoalan yang muncul dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
Edhy mengatakan lingkungan sekolah perlu terus mendorong hubungan antarsiswa yang saling menghargai. Interaksi yang sehat diharapkan membantu siswa membangun rasa peduli dan mampu menyelesaikan persoalan secara baik.
“Jadi jangan sampai persoalan itu berkembang. Kalau sejak awal sudah ditangani, insyaallah bisa diselesaikan dan tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak,” pungkasnya.













