TARAKAN – Sekolah di Kota Tarakan didorong menambah kamera pengawas atau CCTV untuk memperkuat pemantauan lingkungan satuan pendidikan. Penambahan fasilitas tersebut diarahkan terutama pada sekolah yang masih memiliki titik rawan dan membutuhkan pengawasan tambahan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan kebutuhan CCTV telah ditekankan kepada sekolah saat proses konsultasi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Di awal-awal kemarin waktu mereka konsultasi, kita tekankan dalam rangka mencegah, fasilitas CCTV itu ditambahkan di setiap sekolah. Bagi yang kurang, ditambahkan,” kata Edhy.
Menurutnya, sekolah dapat memanfaatkan alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler untuk pengadaan maupun penambahan CCTV. Penggunaan anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan dan dituangkan dalam perencanaan sekolah.
Penempatan kamera juga diarahkan pada titik yang membutuhkan pengawasan lebih, seperti lorong yang minim pencahayaan maupun lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya perundungan.
“Misalnya di lorong-lorong gelap, kemudian di tempat-tempat yang berpotensi untuk anak-anak itu biasanya melakukan perundungan, itu ditambah,” ujarnya.
Edhy menjelaskan, keberadaan CCTV diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemantauan, tetapi juga membantu sekolah apabila terjadi persoalan. Rekaman kamera dapat digunakan untuk melihat kembali kejadian sehingga pihak sekolah memiliki bahan dalam memahami persoalan yang terjadi.
“Minimal bisa mencegah dan bisa merekam nanti apa-apa yang dilakukan di anak-anak situ, sehingga bisa membantu mencari solusi ketika ada persoalan-persoalan yang terjadi,” katanya.
Menurut Edhy, penambahan CCTV tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menciptakan lingkungan yang lebih terpantau bagi siswa selama berada di satuan pendidikan.
“Jadi fasilitas itu kita dorong untuk ditambah sesuai kebutuhan. Harapannya tentu bisa membantu mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan dan ketika ada persoalan, kita punya bahan untuk mencari solusi,” pungkas Edhy.













