TARAKAN – Pemkot Tarakan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dengan membentuk kelompok kerja (Pokja) di tingkat kota. Kelompok kerja tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan pembentukan Pokja menjadi salah satu upaya untuk melibatkan berbagai unsur dalam memberikan perlindungan kepada anak di lingkungan pendidikan.
“Di tingkat kota memang sudah ada Pak Wali menerbitkan kelompok kerja Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Ini dalam rangka sebagai salah satu ikhtiar kita, semua pihak yang terkait untuk mengupayakan perlindungan kepada anak-anak kita,” kata Edhy.
Menurutnya, Pokja tersebut memiliki struktur yang berbeda dibandingkan dengan tim sebelumnya. Jika sebelumnya penanganan berada pada level yang lebih teknis, kini koordinasi di tingkat kota dipimpin Sekda.
Edhy menyebut Sekda bertindak sebagai ketua Pokja, sedangkan Ketua Bappeda menjadi sekretaris dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai wakil. Sejumlah instansi terkait juga berada dalam struktur tersebut untuk mendukung pelaksanaan program sesuai bidang masing-masing.
“Sekarang dipimpin Pak Sekda, kemudian sekretarisnya Ketua Bappeda, dan sebagai wakilnya Kepala Dinas Pendidikan. Instansi-instansi terkait ini berada di bawahnya,” ujarnya.
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencakup unsur yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, perlindungan anak dan kesehatan. Kolaborasi diperlukan karena persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan anak tidak hanya berada dalam lingkup sekolah.
Edhy mengatakan lingkungan belajar yang aman diperlukan agar siswa dapat menjalani proses pendidikan dengan baik. Sekolah diharapkan menjadi tempat bagi anak untuk memperoleh pengalaman, mengembangkan pengetahuan dan membentuk karakter.
“Kegiatan belajar mengajar itu sebenarnya suatu situasi untuk membuat mereka menambah pengalaman belajar, membentuk karakternya. Dengan satuan pendidikan yang bermutu, mereka akan menjadi manusia yang berdaya guna, berdaya saing dan berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan berbagai lingkungan tempat anak beraktivitas, mulai dari sekolah, keluarga hingga masyarakat.
“Harapan kita dengan sinergitas semua pihak, mulai di sekolah, di rumah dan di masyarakat, anak-anak kita betul-betul melaksanakan pengalaman belajar di sekolahnya dengan aman dan nyaman,” pungkas Edhy.













