TANJUNG SELOR – Peran pemuda dalam pembangunan daerah tidak hanya ditentukan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan, tetapi juga membutuhkan ruang kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi kepemudaan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program kepemudaan dapat berjalan secara terarah sekaligus memberikan dampak bagi generasi muda di Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kaltara dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bulungan. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dispora Kaltara, Senin (3/8/2026).
Kepala Dispora Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., menerima langsung audiensi tersebut. Pertemuan turut dihadiri Sekretaris DPD KNPI Provinsi Kaltara Sakti Abimayu dan Bendahara DPD KNPI Kabupaten Bulungan Denis Yosafet.
Audiensi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan dalam menyusun dan menjalankan berbagai agenda pembangunan kepemudaan di Kaltara.
Sejumlah agenda strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya rencana pelaksanaan Kirab Bendera Merah Putih di Kabupaten Bulungan serta persiapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Kedua agenda tersebut dinilai memiliki nilai strategis, terutama dalam membangun semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kepemudaan, pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan serta mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan.
Melalui Kirab Bendera Merah Putih, semangat nasionalisme diharapkan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda. Sementara peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya persatuan pemuda dalam perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Bustan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, inovasi, sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah.
Karena itu, kolaborasi antara Dispora dan KNPI diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam pengembangan potensi pemuda di Kaltara.
Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat, berbagai program kepemudaan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.













