TANJUNG SELOR – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong agar tidak sekadar menjadi program bantuan, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu fokus yang ditekankan adalah dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah perbatasan dan pedalaman melalui penyediaan akses energi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan pelaksanaan PPM perlu diselaraskan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, masih terdapat desa di wilayah perbatasan dan pedalaman yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan akses listrik.
“Program PPM perlu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah. Masih ada desa-desa di wilayah perbatasan dan pedalaman yang belum menikmati listrik secara optimal,” ujar Ferdy saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia menilai ketersediaan energi menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. Ketika listrik tersedia secara memadai, masyarakat dapat menggunakan peralatan produksi dan mengembangkan usaha dengan kapasitas yang lebih besar.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan masa depan masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, ESDM Kaltara mendorong perusahaan MBLB mengarahkan PPM pada kegiatan yang benar-benar mendukung produktivitas masyarakat. Bantuan pembangkit listrik maupun peralatan produksi dinilai dapat menjadi salah satu bentuk intervensi yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami mendorong perusahaan agar PPM diarahkan untuk mendukung UMKM masyarakat perbatasan dan pedalaman, salah satunya dengan menyiapkan sumber pembangkit listrik yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ferdy mencontohkan pelaksanaan PPM di Desa Linsayung, Kecamatan Lubis Ogong. Perusahaan memberikan dukungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mesin jahit listrik untuk menunjang produksi kerajinan masyarakat yang memadukan bahan rotan dan kulit.
Program serupa juga akan dikembangkan di Desa Tagul, Kecamatan Sembakung. Masyarakat setempat memiliki potensi produksi madu lokal yang masih dapat ditingkatkan kualitas dan nilai ekonominya melalui teknologi pengurang kadar air.
“Ketersediaan listrik menjadi kunci agar produk unggulan desa bisa diolah lebih maksimal dan memberikan keuntungan lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
ESDM Kaltara berharap perusahaan sektor MBLB dapat terus mengoptimalkan sasaran PPM dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah. Dukungan terhadap energi produktif dinilai dapat menjadi salah satu cara memperkuat UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan perbatasan dan pedalaman.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama melalui program Panggung Energi Untuk Negeri, dengan mendorong pemerataan akses energi sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di Kaltara.













