TANJUNG SELOR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong perusahaan yang bergerak di sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) agar mengoptimalkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan pelaksanaan PPM perusahaan tidak hanya sebatas bantuan sosial, tetapi harus diarahkan untuk mendukung program pembangunan daerah dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, salah satu kebutuhan utama yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah perbatasan dan pedalaman adalah ketersediaan energi listrik. Karena itu, perusahaan MBLB didorong untuk menjadikan penyediaan infrastruktur energi sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
“Program PPM perlu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah. Masih ada desa-desa di wilayah perbatasan dan pedalaman yang belum menikmati listrik secara optimal,” ujar Ferdy, Selasa (12/8/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan listrik memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan dasar, listrik dapat mendukung proses produksi sehingga pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan masa depan masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, ESDM Kaltara mengarahkan agar pelaksanaan PPM perusahaan MBLB lebih menyentuh kebutuhan produktif masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan sumber pembangkit listrik yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk menunjang aktivitas UMKM.
“Kami mendorong perusahaan agar PPM diarahkan untuk mendukung UMKM masyarakat perbatasan dan pedalaman, salah satunya dengan menyiapkan sumber pembangkit listrik yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ferdy mencontohkan pelaksanaan program PPM di Desa Linsayung, Kecamatan Lubis Ogong. Di wilayah tersebut, perusahaan telah memberikan dukungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mesin jahit listrik yang dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang produksi kerajinan kombinasi rotan dan kulit.
Menurutnya, bantuan tersebut menunjukkan bahwa program PPM dapat diarahkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif. Dengan dukungan energi, masyarakat tidak hanya mendapatkan fasilitas, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan hasil produksi dan pendapatan.
Program serupa, lanjut Ferdy, juga akan dikembangkan di Desa Tagul, Kecamatan Sembakung. Masyarakat di desa tersebut memiliki potensi produksi madu lokal yang dinilai masih dapat dikembangkan, terutama dari sisi pengolahan dan peningkatan kualitas produk.
Rencananya, masyarakat akan mengolah madu menggunakan teknologi pengurang kadar air. Teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual madu lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Ketersediaan listrik menjadi kunci agar produk unggulan desa bisa diolah lebih maksimal dan memberikan keuntungan lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya. (zac)













