TARAKAN – Kabut asap mulai dirasakan masyarakat Tarakan seiring meningkatnya indeks kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kini mencapai angka 86. Meski masih berada dalam kategori sedang, angka tersebut mulai mendekati ambang kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Tarakan, Chaizir Zain, mengatakan kenaikan ISPU terjadi secara bertahap. Dari sebelumnya berada di angka 60, kemudian meningkat menjadi 74 dan kini mencapai 86.
“Masih masuk kategori sedang, yang mana kualitas udara masih dapat diterima oleh kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, namun sudah mengarah dari sedang ke kategori tidak sehat,” kata Chaizir, Minggu (30/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, DLH mulai mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan yang lebih mudah terdampak penurunan kualitas udara.
Chaizir menyarankan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk anak-anak dan lanjut usia, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
“Kita mengimbau agar ketika keluar rumah untuk menggunakan masker, utamanya bagi anak kecil, orang tua, dan yang memiliki penyakit ISPA atau asma,” pintanya.
Menurut Chaizir, peningkatan ISPU tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya sumber pencemaran baru dari aktivitas kebakaran di dalam wilayah Tarakan. Berdasarkan pemantauan DLH, hanya terdapat satu titik panas yang terpantau di wilayah Tarakan.
Titik tersebut berada di kawasan Pantai Amal Lama dan berkaitan dengan batu bara yang terbakar. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak menjadi sumber utama kabut asap yang kini dirasakan masyarakat.
“Yang jelas kabut asap ini bukan dari Tarakan tapi dari luar Tarakan,” tuturnya.
DLH Tarakan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya apabila terjadi peningkatan ISPU.












