TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Tambahan kuota Program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah pusat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan sambungan listrik gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang secara simbolis menyerahkan bantuan sambungan listrik gratis kepada masyarakat melalui program tersebut. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang belum mampu memasang sambungan listrik secara mandiri.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si mengatakan, akses listrik masih menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan kemampuan ekonomi.
“Kendala utama adalah faktor ekonomi. Banyak masyarakat belum mampu memasang listrik secara mandiri. Karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan solusi berupa sambungan listrik gratis,” jelas Ferdy.
Sekitar 800 kepala keluarga (KK) sebelumnya telah terdata sebagai calon penerima bantuan. Mereka tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltara, dengan konsentrasi penerima berada di wilayah 3T.
Ferdy mengatakan, data penerima terus diperbarui menyesuaikan tambahan kuota yang diberikan pemerintah pusat. Pembaruan dilakukan agar bantuan dapat menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Data penerima sudah kami siapkan dan usulkan ke kementerian. Namun karena diminta menambah jumlah penerima, kami sedang melakukan pembaruan data sebelum kembali mengajukan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya pemerataan listrik tidak hanya dilakukan melalui pemasangan sambungan baru. Pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan listrik di kawasan yang selama ini belum terjangkau.
“Kami berharap, program ini benar-benar menjadi solusi nyata dalam pemerataan akses listrik di seluruh pelosok Kaltara,” pungkas Ferdy.













