TARAKAN – Partai NasDem Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 dengan target memperbesar kekuatan politik di tingkat daerah. Tak hanya mengejar tambahan kursi legislatif, NasDem Kaltara ingin seluruh kabupaten di Kaltara memiliki fraksi mandiri.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltara Supa’ad Hadianto mengatakan, target tersebut menjadi salah satu agenda yang harus diperjuangkan bersama seluruh kader. Konsolidasi organisasi dinilai penting untuk menyatukan langkah sekaligus memastikan mesin partai bekerja sampai ke tingkat akar rumput.
“Kita semua berharap dan mempunyai cita-cita bahwa di setiap kabupaten pada tahun 2029 kita mempunyai fraksi sendiri,” kata Supa’ad dalam konsolidasi Partai NasDem se-Kaltara di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (28/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Fransiskus Taslim, Wakil Bupati Malinau Jakaria, serta jajaran pengurus dan anggota DPRD NasDem dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Supa’ad mengatakan, target politik 2029 harus diawali dengan memperkuat hubungan di internal partai. Menurutnya, seluruh kader merupakan bagian dari keluarga besar NasDem sehingga tidak boleh saling melemahkan.
“Mudah-mudahan konsolidasi pada malam hari ini memberikan kekuatan lahir dan batin, kekuatan moral, kekuatan mental, dan saling menguatkan di antara kader,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan di internal tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat merusak soliditas partai. Setiap kader, kata Supa’ad, memiliki tanggung jawab menjaga rumah besar NasDem.
“Kita adalah keluarga besar Partai NasDem. Kalau yang satu sakit, tentu kita semua merasakan. Untuk itu, di dalam rumah NasDem ini tidak boleh ada yang saling menyakiti. Apalagi saling mencederai dan saling membuat tidak nyaman,” tegasnya.
Soliditas tersebut kemudian harus diwujudkan melalui kerja nyata di masyarakat. Supa’ad meminta kader terus membangun komunikasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltara, bukan hanya aktif ketika pemilu semakin dekat.
“Sebagai kader, tentu kita harus saling menguatkan, bersinergi, dan terus-menerus bergerak untuk masyarakat Kaltara,” katanya.
Ia mengakui, kondisi NasDem di sejumlah daerah saat ini belum memungkinkan pembentukan fraksi secara mandiri. Beberapa kader masih harus bergabung dengan partai lain dalam fraksi gabungan di DPRD.
“Tidak seperti saat ini, saya dan Kakak Nisman bergabung dengan dua partai lain,” ujarnya.
Kondisi tersebut ingin diubah pada Pemilu 2029. Supa’ad menilai peningkatan perolehan kursi harus menjadi pekerjaan bersama, mulai dari struktur DPW, Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga struktur di tingkat paling bawah.
Untuk itu, ia meminta DPP Partai NasDem terus memberikan dukungan dan arahan kepada jajaran di Kaltara. Konsolidasi yang dilakukan di tingkat provinsi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda internal, tetapi segera ditindaklanjuti di lapangan.
“Dukungan dan arahan dari Wakil Ketua Umum dan seluruh jajaran sangat kami harapkan, sehingga konsolidasi yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Utara ini bisa kami tindak lanjuti sampai ke akar rumput,” tutur Supa’ad.
Dari sisi organisasi, Supa’ad menyampaikan bahwa struktur DPW dan DPD NasDem di seluruh Kaltara telah terbentuk 100 persen. Penyelesaian struktur tersebut menjadi modal awal untuk memperkuat kerja partai menjelang Pemilu 2029.
“Alhamdulillah, kakak-kakak Ketua DPD telah menyelesaikan tugasnya. Pada tanggal 1 Juli, struktur DPW seluruh Kalimantan Utara sudah terbentuk secara 100 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Supa’ad meminta seluruh Ketua DPD tidak terlena. Struktur yang telah terbentuk harus segera diaktifkan untuk memperkuat basis partai di masing-masing wilayah.
“Untuk itu, kakak-kakak Ketua DPD terus bekerja. Jangan sampai lengah walaupun masa pemilu masih jauh,” tegasnya.
Setelah struktur DPW dan DPD rampung, NasDem Kaltara masih memiliki pekerjaan untuk menyelesaikan pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), pembentukan DPRt ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Supa’ad berharap seluruh kader mampu menjaga kekompakan sekaligus menjalankan kerja organisasi secara konsisten. Dengan struktur yang semakin lengkap dan konsolidasi yang terus berjalan, target membentuk fraksi sendiri di setiap kabupaten pada Pemilu 2029 diharapkan dapat diwujudkan.
“Untuk itu, mari kita saling menguatkan untuk mencapai tujuan yang sama,” pungkas Supa’ad.












