TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional karena menjadi salah satu daerah penghasil batu bara. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara tepat dan berkelanjutan, terlebih sektor energi saat ini menghadapi tantangan transisi energi global yang turut memengaruhi arah pengelolaan sumber daya alam di daerah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., membahas persoalan tersebut dalam program Kaltara Bicara yang disiarkan TVRI Kalimantan Utara, Senin (22/6/2026). Dialog tersebut mengangkat tema “Ketahanan Energi Nasional dan Peran Strategis Kaltara sebagai Daerah Penghasil Batu Bara”.
Ferdy mengatakan, pembahasan mengenai energi tidak bisa dilepaskan dari bagaimana daerah mengelola sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan pembangunan. Menurutnya, batu bara Kaltara memiliki peran dalam mendukung kebutuhan energi, namun pengelolaannya harus tetap memperhatikan keberlanjutan.
“Energi bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga tentang bagaimana kita mengelolanya untuk masa depan,” kata Ferdy.
Ia menjelaskan, posisi Kaltara sebagai daerah penghasil batu bara memberikan peluang untuk mendukung ketahanan energi sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi daerah. Karena itu, pemanfaatan sumber daya tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Potensi sumber daya energi yang kita miliki harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Ferdy juga menyoroti tantangan yang muncul seiring berlangsungnya transisi energi global. Perubahan arah kebijakan energi menuntut daerah untuk mulai memikirkan pengelolaan sumber daya secara lebih berkelanjutan tanpa mengabaikan potensi ekonomi yang selama ini menjadi bagian dari kekuatan daerah.
Menurutnya, tantangan tersebut harus dihadapi dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Kaltara tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan potensi batu bara, tetapi juga menyiapkan strategi menghadapi perkembangan sektor energi ke depan.
“Yang penting bagaimana sumber daya ini dikelola dengan baik, berkelanjutan, dan tetap memberikan nilai tambah bagi daerah,” tegasnya.
Dialog Kaltara Bicara tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan informasi mengenai sektor energi dan sumber daya mineral kepada masyarakat. Selain ketahanan energi nasional, pembahasan turut mencakup potensi pertambangan, pengelolaan batu bara berkelanjutan, tantangan transisi energi hingga peluang pengembangan ekonomi daerah.
Ferdy menilai pengelolaan energi harus ditempatkan sebagai bagian dari kepentingan pembangunan jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi sumber daya yang dimiliki Kaltara diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah di tengah perubahan sektor energi global. “Kita harus melihat energi bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana manfaatnya bisa dirasakan untuk masa depan,” pungkasnya.












