TARAKAN – Pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pembangunan Kalimantan Utara (Kaltara). Berbagai isu strategis mulai dari ketahanan energi, potensi pertambangan hingga pemanfaatan energi berkelanjutan terus menjadi perhatian pemerintah daerah, seiring kebutuhan energi yang semakin besar untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., menjadi narasumber dalam program Kaltara Bicara yang membahas sektor energi dan sumber daya mineral. Dalam program tersebut, berbagai informasi mengenai kondisi dan potensi sektor energi di Kaltara disampaikan kepada masyarakat.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki daerah, tetapi juga bagaimana pengelolaannya dapat dilakukan secara tepat untuk memberikan manfaat bagi pembangunan dalam jangka panjang. Ketahanan energi menjadi salah satu isu yang turut mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut.
Selain ketahanan energi, potensi pertambangan Kaltara juga menjadi bagian dari pembahasan. Sektor pertambangan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun pengelolaannya membutuhkan perhatian terhadap aspek keberlanjutan serta kepentingan masyarakat dan daerah.
Ferdy menyampaikan bahwa energi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sumber daya, tetapi juga bagaimana sumber daya tersebut dikelola untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus menjaga kepentingan generasi mendatang.
“Energi bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga tentang bagaimana kita mengelolanya untuk masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembahasan Kaltara Bicara.
Pemanfaatan energi secara berkelanjutan juga dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Pengelolaan sumber daya energi dan mineral diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan potensi ekonomi, tetapi turut memperhatikan keberlanjutan sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui program Kaltara Bicara, informasi mengenai sektor energi dan sumber daya mineral disampaikan kepada masyarakat dengan mengedepankan data dan kondisi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai potensi sekaligus tantangan pengelolaan energi dan sumber daya mineral di Kaltara. “Pengelolaan energi harus dipikirkan untuk masa depan,” tuntasnya.













