Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Sekolah Aman di Tarakan Tak Hanya Diukur dari Kondisi Fisik

Redaksi by Redaksi
22 Agustus 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Konsep sekolah aman dan nyaman di Kota Tarakan tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan maupun lingkungan fisik sekolah. Dinas Pendidikan Kota Tarakan memasukkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar lingkungan belajar siswa tetap aman dan nyaman.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan konsep tersebut mencakup aspek fisik, psikososial, sosiokultural, spiritual hingga keamanan digital.

“Jadi aman dan nyaman ini memenuhi beberapa aspek. Baik itu secara fisiknya, kemudian secara psikososialnya, secara sosiokulturalnya, secara spiritual, dan juga keamanan digital,” kata Edhy.

Pada aspek fisik, kondisi bangunan dan lingkungan sekolah menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk memastikan siswa dapat beraktivitas dengan aman. Aspek psikososial berkaitan dengan suasana yang mendukung kondisi siswa selama menjalani proses pendidikan.

Sementara aspek sosiokultural menyangkut hubungan dan interaksi warga sekolah. Lingkungan pendidikan perlu memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara baik dengan tetap menghargai keberagaman.

Aspek spiritual juga menjadi bagian dari penerapan sekolah aman dan nyaman. Menurut Edhy, siswa perlu mendapatkan ruang untuk menjalankan ajaran agama masing-masing tanpa perlakuan diskriminatif.

“Secara spiritual artinya tidak ada diskriminasi untuk penganut-penganut agama, tetapi semuanya difasilitasi sehingga mereka bebas melaksanakan ajarannya dengan baik sesuai dengan ajaran yang dianutnya,” ujarnya.

Selain empat aspek tersebut, keamanan digital menjadi bagian lain yang turut diperhatikan. Penggunaan media sosial di kalangan siswa membuat lingkungan digital juga perlu mendapat perhatian, termasuk potensi gangguan dan perundungan melalui media sosial.

Edhy mengatakan berbagai unsur tersebut telah disampaikan kepada warga sekolah dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mengedepankan konsep ramah anak.

“Dalam MPLS kemarin, semua unsurnya sudah kita sampaikan kepada seluruh warga sekolah karena dia menjadi satu kesatuan untuk MPLS ramah,” katanya.

Menurut Edhy, penerapan konsep tersebut berkaitan dengan fungsi sekolah sebagai ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar, menambah pengetahuan sekaligus membentuk karakter.

“Kegiatan belajar mengajar itu sebenarnya suatu situasi untuk membuat mereka menambah pengalaman belajar, menambah ilmunya, membentuk karakternya. Sehingga di kemudian hari, dengan satuan pendidikan yang bermutu ini, mereka akan menjadi manusia-manusia yang berdaya guna, berdaya saing, dan tentunya berkualitas di masanya nanti,” pungkas Edhy.

Previous Post

Tim Pencegahan Kekerasan di Sekolah Tarakan Tetap Dipertahankan

Next Post

Dinas Pendidikan Tarakan Batasi Penggunaan HP Siswa Saat Pelajaran

Redaksi

Redaksi

Next Post

Dinas Pendidikan Tarakan Batasi Penggunaan HP Siswa Saat Pelajaran

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Siswa SNT 11 Masih Belajar di SMPN 14, Pemindahan Dapodik Menunggu Arahan Pusat

20 Agustus 2026

Ada yang Mengaku Petugas Ombudsman, ORI Kaltara Minta Instansi Jangan Langsung Percaya

20 Agustus 2026

Bendera Dayak Borneo di Krayan, PDL Tarakan: Jangan Abaikan Suara Perbatasan

20 Agustus 2026

Dispora Kaltara Dorong Pemuda Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Pengabdian

20 Agustus 2026

Recent News

Siswa SNT 11 Masih Belajar di SMPN 14, Pemindahan Dapodik Menunggu Arahan Pusat

20 Agustus 2026

Ada yang Mengaku Petugas Ombudsman, ORI Kaltara Minta Instansi Jangan Langsung Percaya

20 Agustus 2026

Bendera Dayak Borneo di Krayan, PDL Tarakan: Jangan Abaikan Suara Perbatasan

20 Agustus 2026

Dispora Kaltara Dorong Pemuda Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Pengabdian

20 Agustus 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com