TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas layanan listrik hingga ke wilayah perdesaan. Program tersebut mencakup pembangunan jaringan baru sekaligus pembangkit listrik komunal di daerah yang masih memiliki keterbatasan pasokan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi mengatakan, rencana perluasan jaringan listrik telah dibahas bersama Kementerian ESDM dan PT PLN. Dari pembahasan tersebut, terdapat 63 titik yang masuk dalam rencana perluasan jaringan dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara.
“Perluasan jaringan itu ada 63 titik. Semua kabupaten dan kota yang ada di Kaltara dapat,” kata Ferdy, Senin (21/9).
Selain perluasan jaringan, pemerintah juga menyiapkan 11 titik pembangkit listrik komunal. Dari jumlah tersebut, enam titik direncanakan berada di Kabupaten Nunukan dan lima titik lainnya di Kabupaten Malinau.
Ferdy menyebut kedua daerah tersebut mendapat porsi pembangkit komunal lebih banyak karena masih terdapat wilayah yang tingkat layanan listriknya belum optimal.
“Semua kabupaten dan kota di Kaltara dapat program tersebut. Tapi kemungkinan Nunukan dan Malinau akan lebih menonjol karena masih tergolong kurang dialiri listrik,” ujarnya.
Untuk mendukung keseluruhan program tersebut, Kaltara mendapat alokasi sekitar Rp471 miliar dari Kementerian ESDM. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah yang membutuhkan perluasan layanan.
Dalam pembahasan dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltara turut menyampaikan berbagai kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan pembangunan listrik desa. Masukan tersebut menjadi bahan untuk melihat kebutuhan dan kondisi di lapangan sebelum program dijalankan.
“Kami memberikan pendapat dan usulan terkait kendala dan permasalahan di lapangan. Kemudian usulan yang kami sampaikan juga diverifikasi,” jelasnya.
Dengan penambahan jaringan dan pembangkit komunal, pemerintah menargetkan cakupan layanan listrik di desa-desa Kaltara terus meningkat. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.
Ferdy menargetkan proses pemenuhan akses listrik di desa-desa Kaltara dapat dituntaskan dalam dua tahun ke depan.
“Saya menargetkan listrik yang ada di setiap desa di Kaltara dalam dua tahun sudah tuntas dalam pelaksanaan,” pungkasnya.













