TARAKAN – Pengembangan Sekolah Negeri Terpadu (SNT) 11 Tarakan tidak hanya berkaitan dengan penambahan peserta didik. Kesiapan tenaga pendidik juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, terlebih jumlah guru yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan sekolah-sekolah di daerah.
Kondisi itu menjadi perhatian ketika sejumlah aparatur memiliki kesempatan untuk bergabung dengan SNT 11 yang merupakan sekolah binaan pemerintah pusat. Perpindahan tersebut di satu sisi membuka peluang pengembangan karier bagi aparatur, namun di sisi lain dapat memengaruhi ketersediaan guru di Tarakan.
Kepala Disdik Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, pemerintah daerah tidak dapat melarang aparatur yang ingin mengambil kesempatan tersebut. Menurutnya, pilihan untuk mengembangkan karier tetap menjadi hak masing-masing aparatur.
“Kita sudah kekurangan, masa mau diambil lagi? Tapi kita tidak menghalangi yang bersangkutan, karena itu hak mereka. Apalagi mau berkarier lebih bagus gitu. Karena ini kan sekolah unggulan,” jelasnya, Senin (21/9).
Di sisi lain, Tamrin menyebut kebutuhan tenaga pendidik di SNT 11 masih akan berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah peserta didik. Saat ini, sekolah tersebut baru menjalankan angkatan pertama dengan jumlah siswa sekitar 80 orang.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan guru belum sebesar ketika kapasitas sekolah telah berkembang penuh. Namun, jumlah peserta didik dipastikan akan bertambah melalui pembukaan rombongan belajar (rombel) pada tahun berikutnya.
“Ya ini kan angkatan pertama, baru 80 orang. Jumlah siswa akan ditambah pada tahun depan melalui penambahan rombongan belajar (rombel). Penambahan ini tetap diperuntukkan bagi peserta didik dari Kota Tarakan dan menggunakan jalur prestasi,” ungkapnya.
Tamrin memastikan penambahan kapasitas tersebut tetap menggunakan mekanisme penerimaan yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah tidak mengubah jalur penerimaan, melainkan menambah jumlah rombel untuk mengakomodasi peserta didik pada tahun berikutnya.
“Tahun depan itu sudah ada tambahan, rencananya. Tambah rombelnya (rombongan belajar). Tetap jalur prestasi,” katanya.
Rencana tersebut sekaligus membuat kebutuhan tenaga pendidik di SNT 11 perlu disiapkan sejak awal. Penambahan rombel akan berpengaruh terhadap kebutuhan guru dan tenaga pendukung lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung sesuai kapasitas sekolah.
Namun, Disdik juga harus memperhitungkan kondisi sekolah lain di Tarakan yang masih menghadapi kekurangan guru. Karena itu, perpindahan aparatur menuju SNT 11 menjadi bagian yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga pendidik secara keseluruhan.
Tamrin menegaskan, pemerintah daerah tetap menghormati hak aparatur untuk mengembangkan karier, sembari memastikan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah Kota Tarakan tetap menjadi perhatian.












