TARAKAN – Aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah Kota Tarakan masih berjalan normal di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ruang gerak siswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas mulai diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap paparan udara yang kualitasnya belum sepenuhnya baik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, kondisi kualitas udara di Tarakan saat ini masih berada dalam kategori sedang. Dengan kondisi tersebut, pembelajaran tatap muka tetap dapat dilaksanakan, tetapi sekolah diminta lebih selektif dalam melaksanakan kegiatan outdoor.
“Untuk Kota Tarakan ini sebetulnya masih dalam kategori sedang. Kalau kategori sedang itu, pembelajaran masih tetap dilaksanakan, cuma sudah dibatasi untuk luar ruangan (outdoor),” ujarnya, Senin (31/8).
Menurut Tamrin, pembatasan aktivitas luar ruangan dilakukan sebagai bentuk pencegahan mengingat paparan asap dapat lebih dirasakan ketika siswa berada di ruang terbuka. Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara yang berkembang.
Kegiatan yang tidak mendesak untuk dilakukan di luar ruangan dapat dibatasi atau dialihkan ke dalam kelas. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi siswa maupun tenaga pendidik terpapar udara yang kurang baik dalam waktu lama.
Selain pembatasan aktivitas outdoor, Disdik juga menyarankan sekolah menyiapkan masker. Perlengkapan tersebut dapat digunakan siswa maupun tenaga pendidik ketika kondisi udara mengalami penurunan.
“Disarankan kalau bisa memakai masker, menyiapkan masker. Kami berencana akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan sebagai tindak lanjut kondisi kualitas udara yang dipengaruhi asap karhutla,” bebernya.
Surat edaran tersebut nantinya menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam mengambil langkah pencegahan. Disdik berharap sekolah tidak mengabaikan kondisi lingkungan, terutama apabila kualitas udara kembali mengalami peningkatan pencemaran.
Tamrin menegaskan, selama kualitas udara masih berada pada kategori sedang, pembelajaran tatap muka belum perlu dihentikan. Penyesuaian lebih diarahkan terhadap aktivitas di luar ruangan agar proses pendidikan tetap berjalan sekaligus memperhatikan kondisi siswa.
“Nanti edaran ini akan menjadi salah satu pedoman bagi sekolah dalam mengambil langkah pencegahan selama kualitas udara masih belum kembali normal,” lanjutnya.













