JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat sorotan dari Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI Hasan Basri. Luasan lahan yang terbakar hingga mencapai lebih dari seribu hektare dinilai menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan langkah yang jauh lebih serius dan terukur dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data dinas terkait yang disampaikan Hasan, luas area karhutla di Kaltara hingga 25 Agustus 2026 telah mencapai 1.076,93 hektare. Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi menimbulkan kerugian besar, tidak hanya terhadap lingkungan dan perekonomian, tetapi juga aktivitas masyarakat.
Dampak paling nyata mulai dirasakan pada sektor pendidikan. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah membuat aktivitas belajar mengajar terganggu. Hasan meminta persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak.
“Pemerintah pusat harus memperhatikan secara serius penanganan kebakaran hutan di Kalimantan. Ini sudah berpotensi membuat kerugian materiil maupun immateriil, terutama anak-anak kita yang sudah mulai sulit untuk sekolah akibat kebakaran hutan ini,” ujar Hasan.
Ia mendorong pemerintah segera meningkatkan penanganan di lapangan dengan menerapkan langkah-langkah darurat. Menurutnya, kondisi karhutla yang semakin meluas membutuhkan dukungan peralatan, personel hingga ketersediaan air yang memadai agar proses pemadaman tidak terhambat.
Salah satu langkah yang dinilai perlu dioptimalkan ialah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Pemerintah juga diminta memastikan petugas di lapangan memiliki akses terhadap sumber air untuk mempercepat pemadaman titik-titik api.
“Pemerintah harus mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca serta menyiapkan sumber-sumber serapan air yang dapat diakses oleh petugas di lapangan untuk memadamkan titik-titik api,” tegasnya.
Selain penanganan darurat, Hasan menilai aspek penegakan hukum tidak boleh dikesampingkan. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh korporasi maupun kelompok masyarakat.
Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar kasus karhutla tidak terus berulang setiap tahun. Upaya pemadaman harus dibarengi dengan pencegahan serta pemberian efek jera kepada pelaku.
“Agar kebakaran hutan itu tidak terjadi lagi, aparat penegak hukum harus menindak tegas khususnya kepada mereka-mereka yang melakukan pembakaran hutan, baik oleh korporasi maupun kelompok masyarakat,” katanya.
Hasan juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan karhutla. Ia menilai eskalasi kebakaran tahun ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan.
Evaluasi, kata dia, perlu dilakukan terhadap kementerian dan instansi yang memiliki kewenangan dalam pengendalian karhutla. Hasan secara khusus menyoroti kinerja Kementerian Kehutanan yang dinilainya belum maksimal dalam menangani persoalan tersebut.
“Saya juga melihat kedatangan Presiden belum berdampak baik terhadap pembenahan karhutla ini. Sehingga kami perlu menyampaikan agar kementerian terkait perlu dievaluasi, khususnya Kementerian Kehutanan yang tidak maksimal menangani persoalan ini,” ungkapnya.
Di tengah memburuknya kondisi udara, Hasan juga meminta pemerintah daerah dan sekolah mengambil langkah taktis untuk melindungi peserta didik. Sekolah yang berada di wilayah dengan paparan asap tinggi diminta mempertimbangkan penyesuaian kegiatan belajar, termasuk opsi meliburkan sementara maupun memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman.
Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker sebagai upaya perlindungan dari paparan asap. Hasan berharap seluruh pihak turut mengambil peran dalam mencegah terjadinya karhutla.
Ia menegaskan dukungan terhadap pemerintah akan diberikan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendorong upaya menjaga kelestarian hutan di Kalimantan.
“Kami siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah maupun pusat agar masyarakat bersama-sama menjaga hutan kita agar tetap lestari dan terhindar dari bencana kebakaran,” pungkasnya.












