JAKARTA — Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sarinah, Jakarta, untuk melihat secara langsung pengembangan akses pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang produknya dipasarkan di pusat perbelanjaan tersebut pada Kamis (3/9/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Komisi VII DPR RI untuk melihat bagaimana ekosistem pemasaran dan pengembangan produk UMKM dapat terus diperkuat, sehingga produk-produk lokal dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi VII melihat secara langsung berbagai produk UMKM yang dipajang dan dipasarkan di Sarinah. Selain melihat aspek pemasaran, kunjungan juga menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana produk UMKM dapat memenuhi kebutuhan pasar, mulai dari kualitas produk, kemasan, branding, hingga strategi pemasaran.
Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati Zainal turut mengikuti kunjungan tersebut untuk memperkenalkan potensi UMKM dari daerah pemilihannya, Kalimantan Utara (Kaltara).
Di sela-sela kunjungan, Rahmawati memperkenalkan salah satu produk UMKM asal Kaltara, yaitu kue Haw, kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Rahmawati menjelaskan secara singkat mengenai produk kue Haw dan potensinya sebagai salah satu produk UMKM Kaltara yang dapat dikembangkan.
“Di sela kunjungan ini, saya juga ingin mengenalkan produk UMKM dari Kaltara yang terpajang di sini, salah satunya kue Haw. Kue ini berbahan tepung beras ketan, bercita rasa manis dan renyah, serta secara tradisional sering disajikan pada acara besar atau pernikahan. Kita ingin produk-produk dari Kaltara tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga punya kesempatan untuk tampil dan bersaing di pasar nasional,” ujar Rahmawati.
Menurut Rahmawati, keberadaan produk UMKM Kaltara di Sarinah merupakan contoh produk daerah memiliki peluang untuk mendapatkan akses pasar nasional. Apabila didukung dengan kualitas, kemasan, branding, dan strategi pemasaran yang tepat.
Ia menilai akses pemasaran merupakan salah satu tantangan penting yang perlu terus diperhatikan dalam pengembangan UMKM. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi produk lokal untuk berkembang.
“UMKM tidak cukup hanya bisa produksi. Mereka juga harus punya akses pasar. Karena itu, ruang seperti Sarinah menjadi penting untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen yang lebih luas,” jelasnya.
Rahmawati berharap kunjungan Komisi VII DPR RI ini dapat menghasilkan masukan konkret mengenai penguatan ekosistem pemasaran UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi produk-produk unggulan daerah, termasuk dari Kalimantan Utara.
“Harapannya, semakin banyak produk UMKM Kaltara yang bisa masuk ke pasar nasional. Kita ingin produk lokal naik kelas, punya daya saing, dan mampu membawa nama Kaltara semakin dikenal,” pungkasnya.












