NUNUKAN – Potensi pemuda sebagai penggerak ekonomi daerah terus didorong melalui penguatan keterampilan kewirausahaan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk secara lebih luas.
Hal itu menjadi fokus Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltara dan Politeknik Negeri Nunukan melalui Seminar Kewirausahaan dan Pelatihan Pemasaran Digital. Kegiatan bertajuk “Mahasiswa Ber-UMKM: Dari Ide Kreatif Menjadi Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi” tersebut berlangsung di Aula Kampus Politeknik Negeri Nunukan, Kamis (23/9).
Kepala Dispora Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si. mengatakan, jumlah pemuda di Kaltara mencapai 206.301 jiwa atau sekitar 25 persen dari total penduduk. Besarnya populasi pemuda tersebut menjadi potensi yang perlu diarahkan menjadi kekuatan ekonomi.
Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, baru sekitar 16.081 pemuda yang tercatat menggeluti dunia usaha.
“Angka ini menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi Kaltara. Tinggal bagaimana potensi itu kita dorong agar bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Bustan.
Menurutnya, pemasaran digital menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha. Melalui media sosial dan platform digital, produk dapat dikenalkan kepada konsumen di luar wilayah tanpa membutuhkan biaya pemasaran konvensional yang besar.
“Peluang di era digital ini sangat besar. Mahasiswa tidak harus menunggu memiliki usaha besar untuk mulai memasarkan produk,” katanya.
Bustan juga mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk menjual produk, tetapi membangun merek dan memahami kebutuhan pasar melalui interaksi langsung dengan konsumen.
“Yang penting bagaimana produk itu dikemas, kemudian dipromosikan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan target konsumennya,” jelasnya.
Penguatan kemampuan tersebut menjadi bagian dari pendampingan kewirausahaan yang dilakukan Dispora Kaltara bersama KNPI dan pihak kampus. Mahasiswa didorong tidak hanya memiliki ide usaha, tetapi juga memahami legalitas dan akses permodalan.
Program tersebut melengkapi pelatihan kewirausahaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di lima kabupaten/kota, termasuk pelatihan barista dan bisnis kopi di Nunukan. Tahun ini, penguatan diarahkan pada pemasaran digital, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan akses permodalan UMKM mahasiswa.
Bustan berharap peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha sejak masih berada di bangku kuliah.
“Mulailah usaha sejak di bangku kuliah. Jadilah bagian dari pemuda Kaltara yang mandiri secara ekonomi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.













