TARAKAN – Upaya meningkatkan minat anak usia sekolah untuk mengikuti pendidikan kesetaraan terus dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan. Salah satunya melalui kegiatan yang memadukan olahraga dengan edukasi.
Disdik Tarakan untuk pertama kalinya menggelar Turnamen Bulutangkis Antar Peserta Didik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tarakan. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR SMKN 2 Tarakan dan dibuka pada Jumat (19/9/2026).
Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Non-Formal Disdik Tarakan Burhan mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari peserta didik yang memiliki kemampuan di bidang bulutangkis. Kegiatan juga dirancang untuk membangun motivasi peserta didik mengikuti pendidikan melalui jalur kesetaraan.
“Kegiatan ini memang pertama kali diadakan di Kota Tarakan untuk tingkat peserta didik kesetaraan, yang mana untuk meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) khususnya usia 7 sampai 18 tahun,” jelas Burhan.
Menurut dia, pendekatan melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat menarik minat anak usia sekolah untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berinteraksi dengan peserta dari SKB dan PKBM lainnya.
Turnamen tersebut mempertandingkan kategori ganda putra dan ganda putri. Pertandingan berlangsung hingga 20 September dengan melibatkan peserta didik pendidikan kesetaraan dari berbagai SKB dan PKBM di Tarakan.
Kepala Disdik Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Karena itu, kegiatan seperti turnamen olahraga perlu diberikan ruang sebagai bagian dari pengembangan potensi peserta didik.
“Tentu kegiatan ini merupakan kesempatan bagi anak-anakku sekalian untuk menunjukkan bakat dan minatnya terutama di bidang olahraga bulutangkis,” ujar Tamrin.
Ia menilai kegiatan olahraga juga dapat membentuk kecerdasan kinestetik sekaligus mengasah kecerdasan emosional peserta didik. Nilai sportivitas dan interaksi antarpeserta menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diperoleh melalui kompetisi.
Tamrin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan melalui berbagai cabang olahraga lainnya. Dengan begitu, peserta didik pada jalur pendidikan nonformal tidak hanya terdorong untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan prestasi.
“Melalui perpaduan kegiatan olahraga dan edukasi tersebut, Disdik Tarakan berharap semakin banyak anak usia sekolah yang mendapatkan akses pendidikan, termasuk mereka yang mengikuti jalur pendidikan kesetaraan,” pungkasnya.













