TARAKAN – Peserta didik pada jalur pendidikan nonformal mendapat ruang untuk mengembangkan potensi di luar kemampuan akademik. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menggelar Turnamen Bulutangkis Antar Peserta Didik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tarakan.
Turnamen yang berlangsung di GOR SMKN 2 Tarakan tersebut dibuka Kepala Disdik Kota Tarakan Tamrin Toha, Jumat (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah bagi peserta didik pendidikan kesetaraan untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga.
Tamrin mengatakan, potensi peserta didik tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan akademik. Menurut dia, setiap anak memiliki kecerdasan dan potensi yang berbeda, termasuk dalam bidang olahraga.
“Tentu kegiatan ini merupakan kesempatan bagi anak-anakku sekalian untuk menunjukkan bakat dan minatnya terutama di bidang olahraga bulutangkis,” ujar Tamrin.
Ia menjelaskan, kemampuan olahraga berkaitan dengan kecerdasan kinestetik yang juga perlu mendapatkan ruang dalam proses pendidikan. Karena itu, kegiatan kompetisi menjadi salah satu cara untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki.
Selain kemampuan olahraga, turnamen tersebut juga menjadi sarana membangun kecerdasan emosional. Peserta didik dapat belajar mengenai sportivitas, kedisiplinan, kerja sama serta bagaimana menerima kemenangan maupun kekalahan dalam sebuah pertandingan.
Tamrin berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak cabang olahraga. Dengan demikian, peserta didik SKB dan PKBM memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan bakat dan mengejar prestasi.
“Kita berharap ke depan ruang ekspresi seperti ini bisa diperluas ke cabang olahraga lainnya, sehingga anak-anak pendidikan nonformal juga mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi,” katanya.
Menurut dia, kesempatan berprestasi tidak semestinya hanya diberikan kepada peserta didik pada jalur pendidikan formal. Anak-anak yang mengikuti pendidikan kesetaraan juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan hingga tingkat lebih tinggi.
“Melalui kegiatan tersebut, Disdik Tarakan ingin membangun lingkungan pendidikan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan karakter, bakat dan minat peserta didik,” pungkasnya.













