Sabtu, November 7, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Dinas Pendidikan

Demi Pastikan Anak Terlayani, PAUD SKB Tarakan Tak Paksakan Target 45 Murid

Redaksi by Redaksi
7 November 2026
in Dinas Pendidikan, Disdik Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Penambahan jumlah peserta didik tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tarakan, kemampuan memberikan pendampingan kepada setiap anak menjadi pertimbangan utama dalam penerimaan murid baru.

Hal itu membuat SKB tidak memaksakan target penerimaan sebanyak 45 anak pada tahun ajaran ini. Dengan dukungan hanya tiga tenaga pengajar, jumlah peserta didik harus disesuaikan dengan kapasitas pendampingan, terlebih terdapat anak berkebutuhan khusus (ABK) yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses pembelajaran.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Tarakan, Patmaria Krisnova Levryn mengatakan, pembatasan tersebut bukan karena minimnya minat masyarakat. Pihaknya lebih mengutamakan kesiapan tenaga pendidik agar seluruh anak yang diterima mendapatkan layanan sesuai kebutuhan perkembangannya.

“Sebenarnya target kami 45. Cuma kami juga melihat kondisi, untuk usia 2 sampai 4 tahun itu tidak bisa menggabungkan terlalu banyak anak,” ujarnya.

Menurut Patmaria, pendidikan anak usia dini membutuhkan pola pendampingan berbeda dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Anak-anak pada usia tersebut masih membutuhkan perhatian intensif dari guru, baik dalam mengikuti kegiatan belajar maupun membangun kebiasaan selama berada di lingkungan sekolah.

Kondisi itu semakin menjadi pertimbangan ketika sekolah menerima peserta didik berkebutuhan khusus pada tahun ajaran ini. Dengan jumlah guru yang terbatas, penambahan murid tanpa memperhitungkan kebutuhan pendampingan dikhawatirkan membuat pelayanan terhadap anak tidak berjalan maksimal.

“Kami juga melihat ternyata tahun ini ada menerima anak berkebutuhan khusus. Jangan sampai kami memaksakan penuh, tetapi ada anak yang tidak tertangani,” katanya.

Patmaria menegaskan, kapasitas kelas tidak bisa hanya dihitung berdasarkan luas ruangan atau jumlah kursi yang tersedia. Karakteristik peserta didik dan kemampuan guru dalam mendampingi mereka juga harus menjadi dasar menentukan jumlah anak dalam satu kelompok belajar.

“Kalau dalam satu kelas ini sudah 15 orang dengan kondisi anak yang seperti ini, kami juga harus melihat. Jangan sampai kami menargetkan lebih banyak, tetapi anak yang ada tidak tertangani,” jelasnya.

Pada tahun ajaran ini, PAUD SKB Tarakan tercatat memiliki 36 peserta didik. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 30 anak.

Peningkatan itu menunjukkan layanan PAUD yang dikelola SKB mulai semakin dikenal masyarakat. Meski demikian, Patmaria menyebut pihaknya tidak menjadikan penambahan jumlah murid sebagai orientasi utama dalam menjalankan program pendidikan.

Sebagai satuan pendidikan negeri, SKB lebih memprioritaskan keberlangsungan program dan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik. Karena itu, penerimaan tetap mempertimbangkan kemampuan tenaga pengajar agar tidak terjadi ketimpangan antara jumlah anak dan pendampingan yang tersedia.

“Untuk PAUD memang sudah jauh lebih dikenal. Kami tidak terlalu banyak membuka promosi karena kami memahami posisi kami di sini negeri. Yang penting programnya bisa berjalan dan anak-anak tetap terlayani,” tutupnya.

Tag

PAUD SKB Tarakan, UPT SPNF SKB Tarakan, pendidikan anak usia dini, penerimaan peserta didik baru, anak berkebutuhan khusus, ABK, Patmaria Krisnova Levryn, Kota Tarakan

Teks Foto:

Peserta didik PAUD UPT SPNF SKB Kota Tarakan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan pendampingan guru.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Tarakan Patmaria Krisnova Levryn menjelaskan pertimbangan pembatasan jumlah penerimaan peserta didik baru.

Tiga tenaga pengajar menangani 36 peserta didik PAUD SKB Tarakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendampingan setiap anak.

Keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kapasitas penerimaan murid PAUD SKB Tarakan.

PAUD SKB Tarakan mengutamakan kualitas pendampingan dibandingkan memenuhi target penerimaan 45 peserta didik.

Previous Post

Pengalaman Hidup Jadi Bahan Belajar, SKB Tarakan Terapkan Metode Andragogi

Next Post

Pernah Jadi Korban Perundungan, Peserta Didik SKB Dibekali Cara Menghadapinya

Redaksi

Redaksi

Next Post

Pernah Jadi Korban Perundungan, Peserta Didik SKB Dibekali Cara Menghadapinya

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026

Recent News

Mangrove Jadi Pelindung Tambak, Petambak Tana Tidung Mulai Rasakan Manfaat M4CR

4 November 2026

M4CR Tak Hanya Tanam Mangrove, 1.354 Warga Dilibatkan Kembangkan Usaha Pesisir

4 November 2026

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

4 November 2026

IGA 2026, Pemprov Perkuat Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

4 November 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com